Kapolda Sulut dan Forkopimda Cek Pospam Idul Fitri di Kota ManadoSisihkan Gaji, Bripka Ismail R. Nani Bantu Warga Kurang Mampu di Wilayah PerbatasanHari Buruh, Kapolres Minsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Protokol KesehatanDiprakarsai Polres dan Pemkab, Bakti Sosial Warnai Peringatan May Day di SangiheKapolda Sulut Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional 2021Polsek Airmadidi Intensifkan Ops Yustisi dan Imbau Warga Tidak Mudik LebaranDirikan Dapur Umum, Polres Minut Bersama Bhayangkari Berbagi Makanan Siap SajiPetugas Gabungan Razia KTP di Madidir Unet BitungKapolresta Manado Belikan Baju Lebaran bagi Anak-anak Panti AsuhanRamadhan Berkah, Polres Kepulauan Sangihe Santuni Anak-anak Panti AsuhanGelar Operasi Yustisi Sejak Januari-April, Polres Kepulauan Talaud Jaring Belasan Ribu Pelanggar ProkesKapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak Nanggala 402 Jadi PolisiSepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Walantakan, Korban Dilarikan ke Rumah SakitLakalantas 2 Sepeda Motor di Kaidipang, 1 Tewas 3 Luka-lukaKapolda Irjen Pol Nana Sudjana Buka Latpraops Ketupat Samrat 2021, ini AtensinyaPolres Minut Razia Tattoo Badan Personel PolriHendak Edarkan Ratusan Butir Trihexyphenidyl, Wanita Muda ini Diamankan Polres KotamobaguPuluhan Personel Polres Minut Ikuti Training of Trainer Covid-19Wakapolda Sulut Bersama Kasdam XIII/Merdeka Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Raya A. YaniUngkap Kasus Curanmor, Tim Resmob Polres Minsel Amankan Dua Tersangka Warga TatapaanMantapkan Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H, Polda Sulut Gelar Rakor Bersama Instansi TerkaitKapolri: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan KKB PapuaUnggah Hal Tak Pantas di Medsos, OM Diamankan Timsus Maleo Polda SulutPolri Ungkap Peredaran 2,5 Ton SabuCegah Klaster Baru Covid-19, Polda Sulut Imbau Masyarakat Tidak Mudik LebaranIni Hasil Operasi Keselamatan Samrat 2021 Polda Sulut dan JajaranPolres Boltim Gelar Rakor Pengamanan Idul Fitri Bersama Instansi TerkaitDilaporkan ke Polsek Aertembaga karena Sering Pukul Anaknya, Pria ini Menyesal dan Minta MaafPolsek Likupang Gencarkan Operasi Yustisi dan Razia Knalpot BisingKolaborasi dengan Perangkat Desa dan Kelurahan, Polsek Airmadidi Gencarkan Operasi YustisiDiduga Mabuk, Pengendara R2 Honda CBR Tanpa TNKB Alami LakalantasPolisi Dalami Penyebab Kebakaran Rumah di Bitung BaratBawa Sajam dan Buat Keributan di Kelurahan Winenet Satu, 2 Pria ini Diamankan Tim Tarsius Polres BitungSatresnarkoba Polres Minsel Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Captikus ke GorontaloKapolres Minsel Sampaikan Hasil Otopsi Kematian RFT di TumpaanPolres Minsel Bersama Instansi Terkait Gelar Apel Tanggap Bencana AlamLaunching SP2HP Online, Kapolri: Semoga Tidak Ada Lagi Sumbatan KomunikasiDitbinmas Polda Sulut Gelar Pelatihan Aplikasi BOS V2 bagi 4 Polres JajaranPeduli Lingkungan dan Cegah Bencana, Polres Kepulauan Sangihe Bersihkan Tiga SungaiSering Palak Warga, 2 Pria Maumbi Diamankan Tim Resmob Polres MinutUrai Kemacetan Jelang Buka Puasa, Polisi di Kotamobagu Juga Imbau Warga Taati ProkesPolsek KPS Bitung Gagalkan Penyelundupan Ratusan Liter Captikus di Kapal Penumpang Tujuan ManokwariTim Resmob Polres Tomohon Amankan 2 Mahasiswa, Tersangka Penganiayaan dengan SajamBagi-Bagi Makanan Takjil, Satlantas Polres Minut Imbau Warga Tidak Mudik LebaranKerahkan Kekuatan Terbaik, Polri Dirikan 2 Posko Evakuasi KRI Nanggala 402Polres Minut Gelar Razia Knalpot Bising, 8 Kendaraan Terjaring di Depan MakoSatlantas Polres Minsel Bersama IMI Gelar Bakti Sosial di SLB AmurangSatuan Lalu Lintas Polres Minsel Sosialisasikan Larangan Mudik di Terminal Angkot Pusat Kota AmurangPolsek Kabaruan Selidiki Kasus Penganiayaan yang Viral di MedsosKapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402Catar dan Casis Jalani Rikkes Tahap 1 di Mako Brimob Polda SulutDipimpin Wakapolresta Manado, Polisi Ajak Anak-Anak Yatim Piatu Belanja Pakaian dan Perlengkapan RamadhanBangun Silaturahmi dengan Warga, Polsek Kendahe Bagi-Bagi Makanan Takjil GratisKapolres Bolmong AKBP Nova Surentu Pimpin Operasi Penertiban PETIOperasi Rutin, Satresnarkoba Polres Kepl Talaud Amankan Miras di Melonguane BaratDengan Program Jubah Polantas, Polisi Lalu Lintas di Sangihe Bantu Warga Kurang MampuSatlantas Polres Minsel Gelar Baksos di Masjid Al-Akbar Tumpaan SatuOperasi Keselamatan, Polres Kepulauan Sangihe Sampaikan Imbauan dan Bagikan MaskerTerima Kunjungan Pelajar SMA N 1, Kapolsek Kabaruan Pesan Jauhi Kenakalan RemajaPolsek Essang Dampingi Panitia Pilkades dalam Pemeriksaan Berkas Bakal CalonKunker Perdana di 2 Polres, ini Agenda Kapolda Nana SudjanaKunjungi Kota Bitung, Kapolda Sulut Bertatap Muka dengan Forkopimda, Toga dan TomasOperasi Keselamatan, Satlantas Polres Minsel Bagikan Masker Gratis untuk WargaPolres Minsel Amankan Delapan Sepeda Motor Diduga Terlibat Balap Liar di TumpaanKapolda Sulut Sambangi Polres Bitung, ini Pesannya Kepada Personel PolriPolres Minahasa Musnahkan Miras dan Knalpot Bising Hasil OperasiPolres Kepulauan Talaud Gagalkan Peredaran Ratusan Liter Cap TikusGelar Operasi Rutin, Polisi Sita Puluhan Botol Miras di Cafe Melonguane BaratRakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Kapolri: Keselamatan Rakyat Hukum TertinggiKapolda Irjen Pol Nana Sudjana Canangkan Pembangunan Zona Integritas di Polda SulutPolres Bitung Amankan Polwan Gadungan yang Beradegan Tak Senonoh di Media SosialPolresta Manado Amankan Empat Pelaku Judi Domino di Tikala KumarakaPolda Sulut Ikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2021Sukses Kawal Pilkada Serentak Tahun 2020, Polda Sulut Terima Penghargaan dari KPUSowan ke Kapolri, Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Naikkan PNBPKapolri dan Dirut BPJS Kesehatan Sepakat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Pengguna JalanKapolres Mitra Pimpin Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBMCuri Tabung LPG 3 Kg, SW Diamankan Tim Totosik Polres Tomohon143 Casis Asal Polres Minsel Siap Bersaing dalam Seleksi Penerimaan PolriPolres Minsel Bersama TNI dan Instansi Terkait Gelar Rakor Tanggap BencanaCabuli Gadis di Bawah Umur, Lansia Warga Motoling Barat Diamankan PolisiKapolres Bolmong Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBMTikam Istri Hingga Tewas, JA Diamankan Polsek Maesa Sesaat Usai KejadianGubernur Olly Apresiasi Kerjasama Pengintegrasian CCTV di Polda SulutPolda Sulut Bersama Pemprov, Pemkot Manado dan Swasta Teken MoU Pengintegrasian CCTVPolres Kepulauan Sangihe Gelar Apel Tanggap Bencana AlamPolres Kepulauan Talaud Lakukan Penanganan di Lokasi Terdampak Badai SiklonIni Wujud Nyata Pelayanan Prima Polsek Aertembaga bagi Penyandang DisabilitasPastikan Aman dan Patuhi Prokes, Polsek Ranowulu Kawal Salat TarawihKapolres Bitung Hadiri Rakor Pembahasan Antisipasi Bahaya Cuaca Ekstrim Siklon TropisAntisipasi Ancaman Bencana Siklon Tropis, Polres Kepl Sitaro dan Stakeholder Terkait Siap SiagaSelf Campaign, Cara Satlantas Polres Bitung Berikan Edukasi Tertib BerlalulintasLakalantas Sepeda Motor di Sangkub, Tiga Perempuan Luka-lukaPimpin Anev Mingguan, Kapolres Minsel Soroti Lakalantas, Larangan Mudik Hingga Tanggap BencanaKaro Ops Polda Sulut Pimpin Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Penertiban PETIPolres Boltim Musnahkan Barang Bukti 1.320 Liter Cap Tikus dan 50 Buah Knalpot BisingBhabinkamtibmas Polsek Kauditan Laksanakan Pengamanan Solat TarawihPolres Bitung Ungkap Kasus Curanmor di DanowuduHadiri Pentahbisan Pastori I GMIM Bukit Karmel Sarongsong II, Kapolres Minut Pesankan iniPolresta Manado Amankan Pelaku Penganiayaan di Koka

Alm. Komjen Pol (Purn) Dr H Moehammad Jasin, Pahlawan Nasional Pendiri Brigade Mobil

09 Nov 2015 - 20:11

Cover Buku, Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang : Meluruskan Sejarah Kepolisian Indonesia, Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Tanggal 21 Agustus 1945, atau delapan hari sebelum Pemerintah RI mengangkat R.S. Soekanto sebagai Kepala Djawatan Kepolisian Negara, anggota Tokobetsu Keisatsu Tai atau Polisi Istimewa bentukan Jepang, memproklamasikan dibubarkannya Polisi Istimewa, dan kemudian dibentuk Polisi Indonesia.

Dengan proklamasi, maka lepaslah keterikatan Polisi Istimewa dengan Jepang. Juga, mengubah status polisi dari Polisi Kolonial menjadi Polisi Negara Merdeka.

Proklamasi itu sekaligus juga merupakan antisipasi terhadap kemungkinan Jepang melucuti senjata Polisi Istimewa, seperti yang mereka lakukan terhadap tentara Pembela Tanah Air pada saat itu.

Moehammad Jasin, lahir di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara tanggal 9 Juni 1920. Dia adalah tokoh Proklamasi Polisi Indonesia.

Moehammad Jasin, memulai pendidikannya di Pendidikan Umum di Volkschool, Bau-bau. Kemudian melanjutkan ke Hollands Inlandsche School (HIS) dan Schakel School di Makassar.

Terakhir, menempuh pendidikan di Meer Uitgerbreid lager Onderwijs (MULO). Setelah tamat dari MULO tahun 1941, Moehammad Jasin mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi di Sukabumi, Jawa Barat.

Moehammad Jasin menyelesaikan pendidikan ini dengan pangkat Hoofd Agent. Tugas pertamanya di kantor polisi seksi 111 di Bubutan, Surabaya.

Pada masa awal pendudukan Jepang, Moehammad Jasin kembali ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan polisi ala Jepang, yang lebih bercirikan pendidikan militer. Sesudah itu, Moehammad Jasin ditempatkan di Gresik dan bertugas sebagai instruktur di sekolah polisi di Surabaya.

Sekolah Polisi di Surabaya adalah tempat mendidik calon-calon anggota Tokobetsu Keisatsu Tai (Polisi Istimewa). Di sekolah ini, bukan hanya ilmu kepolisian yang diajarkan, tetapi juga kemiliteran. Di samping itu, Moehammad Jasin juga memberikan pelatihan terhadap anggota Seinenda.

Setelah Indonesia Merdeka, Jasin melibatkan dirinya secara aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Tindakan pertamanya yang cukup monumental ialah memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia .

Selama bulan-bulan pertama sesudah proklamasi kemerdekaan, Surabaya menjadi kota “Terpanas” di Indonesia. Terutama karena adanya perebutan senjata dari pasukan Jepang, maupun pertempuran melawan pasukan sekutu.

Dalam perebutan senjata, ada dua peran Moehammad Jasin, yang kemudian menjadi catatan sejarah.

Pertama, dalam perebutan senjata di Don Bosco, dimana Jepang menjadikan gedung Don Bosco sebagai gudang senjata (arsenal) terbesar di Surabaya. Saat itu, tokoh-tokoh pejuang Surabaya termasuk Bung Tomo, meminta agar senjata di Arsenal tersebut diserahkan. Tapi tidak berhasil. Pihak Jepang bersedia menyerahkan senjata hanya kepada kepada polisi.

Kedua, di markas Kempeitei. Saat itu para pejuang Surabaya terlibat dalam baku tembak dengan pasukan Jepang. Dalam suasana seperti itu, dengan menerobos kawat berduri, Moehammad Jasin memasuki markas dan menemui komandan Kempeitei untuk mengadakan perundingan.

Sebagai hasil dari perundingan itu, pihak Kempeitei bersedia menyerahkan senjata. Moehammad Jasin pun berjanji akan menjamin keselamatan anggota Kempeitei selama mereka berada di Surabaya.

Beberapa hari setelah pertempuran Surabaya meletus, Moehammad Jasin mengumumkan lewat radio bahwa pasukan Polisi Istimewa yang dipimpinnya sudah dimiliterisasi dan karena itu diharuskan ikut dalam pertempuan.

Dengan demikian, polisi tidak hanya berfungsi sebagai alat keamanan, tetapi juga sekaligus sebagai alat pertahanan. Selama pertempuran Surabaya berlangsung, Moehammad Jasin memimpin pasukannya dalam pertempuran di beberapa tempat.

Ia meninggalkan Surabaya dan memindahkan markasnya ke Sidoarjo menjelang akhir November 1945, setelah hampir seluruh kota ini dikuasai Inggris. Pada waktu Belanda melancarkan agresi militer kedua, Moehammad Jasin bergerilya di sekitar Gunung Wilis. Ia juga bertugas sebagai Komandan Militer Sektor Timur Madiun.

***

Nama Moehammad Jasin tidak dapat dilepaskan dari keterkaitannya dengan Mobiele Brigade (Mobbrig), yang kemudian berganti nama dengan Brigade Mobil (Brimob).

Pasukan khusus yang dapat berfungsi sebagai pasukan tempur ini dibentuk pada bulan November 1946, dalam konferensi Djawatan Kepolisian Negara di Purwokerto.

Moehammad Jasin yang hadir dalam konferensi itu, diangkat menjadi Komandan Mobiele Brigade Besar (MMB) Jawa Timur, sekaligus koordinator Mobrig di semua keresidenan di Jawa Timur.

Sebagai komandan MBB Jawa Timur, pada bulan September 1948, Moehammad Jasin memimpin 4 Kompi Mobrig untuk bersama dengan pasukan Tentara Nasional Indonesia menumpas pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun.

Setelah Madiun dikuasai kembali oleh pasukan pemerintah, Jasin dan pasukannya melancarkan operasi pembersihan terhadap sisa-sisa PKI di Blitar Selatan. Dalam periode tahun 1950-an, Moehammad Jasin juga terlibat dalam menumpas berbagai pemberontakan dalam negeri, antara lain pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA).

Pada waktu di Sumatera terjadi pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), pemerintah Amerika Serikat bermaksud menempatkan pasukan marinir di Riau dengan alasan menjaga instalasi minyak milik perusahaan Amerika dan keamanan warga negara Amerika.

Moehammad Jasin beranggapan bahwa penempatan pasukan itu sebagai bantuan terselubung Amerika untuk PRRI. Dengan persetujuan Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo, Moehammad Jasin menemui Duta Besar Amerika Serikat, Howard P Jones.

Kepada Duta besar tersebut dikatakan bahwa tugas pengamanan dapat dilakukan oleh pasukan Mobrig, sehingga Amerika Serikat tidak perlu mengirimkan pasukan marinir. Jaminan yang diberikan oleh Moehammad Jasin dapat diterima oleh Jones dan Moehammad Jasin pun menempatkan pasukan Mobrig di Riau seperti yang dijanjikannya.

Pada akhir 1959, Moehammad Jasin diasingkan keluar negeri, yakni ke Jerman. Latar belakangnya adalah dia menentang pengangkatan Soekarno Joyonegoro sebagai Menteri atau Panglima Angkatan Kepolisian.

Alasannya, Soekarno Joyonegoro “disenangi” oleh PKI. Sebagai protes Moehammad Jasin menolak untuk diangkat menjadi Wakil Menteri Angkatan Kepolisian mendampingi Soekarno Joyonegoro.

Pada akhir Desember 1964, Presiden Soekarno meminta Moehammad Jasin untuk menemuinya di Paris. Dalam pertemuan itu, Presiden mengatakan bahwa Moehammad Jasin akan diangkat menjadi menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.

Pada awal Januari 1965, Moehammad Jasin kembali ke Indonesia. Setelah bertugas beberapa waktu sebagai Sekretaris Komando Operasi Tertinggi (KOTI), Moehammad Jasin dipanggil ke istana untuk dilantik sebagai Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.

Namun, atas desakan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) dr. Subandrio, pengangkatan itu dibatalkan.

Selain berkiprah di lingkungan kepolisian, Moehammad Jasin juga pernah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan kemudian MPR.

Di luar lembaga kenegaraan, Moehammad Jasin tercatat sebagai anggota Pimpinan Markas Besar Legiun Veteran RI dan Ketua Yayasan 10 November, serta beberapa organisasi lain. Dari tahun 1967 sampai 1970, Moehammad Jasin bertugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh RI untuk negara Tanzania.

***

Setelah melalui tahapan pengusulan, akhirnya gelar Pahlawan Nasional diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015 pafa tanggal 4 November 2015. Gelar Pahlawan Nasional dianugerahkan kepada:

a. Alm. Bernard Wilhem Lapian

b. Alm. Mas Isman

c. Alm. Komisaris Jenderal Polisi. Dr. H. Moehammad Jasin

d. Alm. I Gusti Ngurah Made Agung

e. Alm. Ki Bagus Hadikusumo

Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo memimpin upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada 5 putra terbaik bangsa Indonesia. Pemberian gelar ini seiring dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 yang mengusung tema “Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku”.

Untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, telah dilalui berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, baik persayaratan umum maupun khusus. Berdasarkan pasal 25 UU Nomor 20 tahun 2009, syarat untuk memperoleh gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan terdiri atas:

a. WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI

b. Memiliki integritas moral dan keteladanan

c. Berjasa terhadap bangsa dan negara

d. Berkelakuan baik

e. Setia dan tidak menghianati bangsa dan negara

f. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun.

Sedangkan persyaratan khusus sesuai pasal 26 UU Nomor 20 tahun 2009, gelar diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa hidupnya:

a. pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

b. tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan

c. melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya.

d. pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.

e. pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa

f. melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Almarhum Komjen Pol (Purn) Dr H Moehammad Jasin, wafat pada tanggal 3 Mei 2012. Almarhum meninggalkan istri Almh Hj Siti Aliyah Kessing dan 4 putra, yaitu:

a. Rubyanti Jasin

b. Djauhar Jasin

c. Djuanda Jasin (alm)

d. Djuwaita Jasin

 

[div humas polri]

Bagikan :

KOMENTAR

Leave a Reply