Ops Cipkon Bulan Ramadhan, Polisi Amankan 250 Liter Cap Tikus di Pelabuhan TahunaPolda Sulut Gandeng Instansi Terkait dalam Pengamanan Idul Fitri 1440 HSegenap Toga, Tomas, Parpol dan Forkopimda Sulut Buka Puasa Bersama di PoldaSinergitas TNI-Polri Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Polda SulutPolda Sulut Peringati Nuzulul Qur'anPolres Bitung Gelar Rakor Operasi KetupatMotivasi Anggota, Kapolres Minut Ingatkan Personelnya Tetap BersyukurPolres Bitung Gelar Buka Puasa BersamaPeringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Tidore Tahuna Angkat Tema Kebersamaan dan KeragamanKarnaval Budaya HUT ke-12 Kabupaten Sitaro Berjalan LancarTurnamen Bola Nazaret Cup di Tagulandang Pererat KebersamaanCabuli Anak Kandung Hingga Hamil 8 Bulan, SP Diburu Polres Kepulauan TalaudPolres Kepulauan Sangihe dan Jajaran Gelar Apel Siaga Satu Pasca Pengumuman Hasil Pemilu NasionalPolsek Kauditan Kawal Safari Ramadan Pemkab Minut di WatudamboSiaga 1, Polri-TNI Perketat Pengamanan KPU dan Bawaslu MinselTerapkan Program P2S, Kapolsek Motoling Bezuk Warga di Rumah Sakit Kalooran AmurangPolsek Tenga Bagikan Takjil di Molinow dan Sambang Duka di PakuurePolsek Modoinding Selidiki Penyebab Kebakaran Dua Rumah Warga WulurmaatusBuka Puasa Bersama, Kapolres Bitung Ajak Seluruh Pihak Jaga KeamananItwasum Polri Gelar Wasrik Tahap II di Polda SulutAncam Pakai Kunci Roda, Sopir Truck ini Digiring ke Polsek Tomohon UtaraMabuk, Sopir Avanza Tabrak Jazz di Tomohon UtaraPolres Minsel Tingkatkan Razia Miras dan SajamJaga Keamanan, Polres Minsel dan Jajaran Gencarkan Program MidahPolda Sulut Gelar Upacara Bendera Memperingati Harkitnas ke-111Cabuli Bocah Perempuan, Residivis ini Dibekuk Tim URC Totosik Polres TomohonPolres Minahasa Utara Gelar Prescon Ungkap Kasus CuranikPolisi Redam Keributan Antara Penumpang dan ABK KM Sabuk Nusantara di Pelabuhan MelonguaneBuka Puasa Bersama dengan Jamaah Masjid Nuur Yasin, Kapolsek Matuari Ajak Warga Jaga KamtibmasPolres Minsel dan Polsek Jajaran Gelar K2YDTersinggung Ditanya Kapan Nikah, Pria Ratahan ini Nekat Lukai TemannyaRespon Cepat, Resmob Polres Minsel Amankan 2 Pelaku Judi TogelKapolda Hadiri Buka Puasa Bersama di Halaman Kantor Gubernur SulutPolisi Intensifkan Patroli Biru Cegah Balap Liar di Tol Manado-BitungDitpolairud Polda Sulut Gelar Samudera Ramadhan, Sentuh Masyarakat Nelayan BitungJelang Pesta Adat di Miangas, TNI-Polri Kerja Bakti BersamaOps Keselamatan 2019, Polres Minsel Bukukan 595 Teguran dan 175 TilangPolres Bitung Beri Reward Kepada Anggota BerprestasiBhayangkari, Polwan dan PNS Polda Sulut Bagi-Bagi TakjilPolisi Bekuk Napi di Lapas Kelas IIA Manado, Penerima Sabu Dikirim dari MakassarPolres Kepulauan Sangihe Gandeng Bulog Tahuna Gelar Pasar MurahTim Totosik Polres Tomohon Amankan 8 Anak Muda Terduga PenganiayaanKapolda Sulut Berangkatkan Ratusan Pasukan Dalmas Menuju IbukotaPolres Minahasa Terima Kunjungan Tim Penilai Internal Zona Integritas Mabes PolriKapolsek Kema Silaturahmi Buka Puasa Bersama dengan Jamaah Masjid Al HijrahPolres Minahasa Bekali Tahanan dengan Pembinaan RohaniKeluarga Besar Polres Kepulauan Sangihe Buka Puasa Bersama dengan anak Panti Asuhan Sitti MaryamBagi-Bagi Takjil Gratis Dilakukan Jajaran Polres Kepulauan SangihePolsek Tumpaan Amankan Intel GadunganLembaga Penelitian Kemitraan Lakukan Riset ITK di Polres MinselPolda Sulut Siap Kirimkan Pasukan Dalmas ke Mabes PolriPolisi Dalami Kasus Pencurian di Desa Kema MinutOrmas Waraney Bersama Bhabinkamtibmas Laksanakan Pengamanan Sholat Tarawih di Desa Maen Likupang TimurLelaki Paruh Baya di Tomohon, Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam KamarTim Mabes Polri Lakukan Penilaian Pelayanan Publik di Polres MinselDiduga Lakukan Curas, Tim Resmob Polres Minsel Amankan Seorang SopirPolisi Amankan Pelaku Penganiayaan di Kelurahan Kamasi TomohonPolisi Kawal Kedatangan Tim Kesehatan di Wilayah Perbatasan NanusaKapolres Kepulauan Sangihe Pimpin Upacara Pemakaman (Alm) Iptu Yulians Lahibor RompasPolsek Tagulandang Bagi-Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama JamaahTingkatkan Kemitraan, Polsek Dimembe Berbuka Puasa Bersama Jamaah Masjid Al-MujahidinPolda Sulut Amankan Pengedar Beserta Ribuan Butir Obat TrihexyphenidylPolda Sulut Ungkap Peredaran Gelap Bahan Berbahaya Jenis Mercury dan Sodium SianidaPolres Minut Gelar Bagi-Bagi Takjil Buka PuasaBhayangkari dan Polisi di Kota Bitung Bagi-Bagi Takjil Buka PuasaKapolres Tomohon Pimpin Bagi-Bagi Takjil GratisTabrak Dump Truck di Tomohon Barat, Pemuda Lemoh Meninggal DuniaUsai Pleno Pemilu, Polres Kepulauan Talaud Tingkatkan Patroli Disejumlah Obyek VitalIni Hasil Operasi Keselamatan 2019 di Polres Kepulauan TalaudPolsek Rainis Amankan Dua Pelaku PenganiayaanPersonil KPS Bitung Gelar Pengamanan Arus MudikPolisi di Tabukan Utara Gelar Pengamanan Sholat TarawihPolisi Laksanakan Patroli Cegah Eforia Berlebihan Kelulusan SMU di TahunaKaro PID Buka Pameran "Penjaga Peradaban dari Polri untuk Papua" di Perpustakaan NasionalWujudkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM, Kapolres Minsel Ajak Masyarakat Awasi Kinerja AnggotaKomitmen Moral, Personel Polres Minsel Tandatangani Zona IntegritasKapolres Minsel Imbau Pelajar Tak Konvoi Saat Kelulusan SekolahGelar Cipkon, Polsek Remboken Amankan Pemuda BersajamPolice Go To School, Polisi Lalulintas Sambangi SMA Kristen 1 TomohonKebersamaan TNI-Polri dan Warga Perbatasan Talaud dalam Momen Berbuka PuasaKapolda Sulut Ikuti Misa di Gereja Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosari Sinisir MinselPolisi Amankan Pelaku Tawuran di Kolombo Bitung BaratPolres Talaud Gencar Laksanakan Operasi Keselamatan BerlalulintasTim Safari Ramadhan Polres Kepulauan Talaud Galakkan Gerakan Sedekah Air Mineral di Bulan PuasaCekcok, Sepasang Kekasih di Tomohon Baku HantamBanjir dan Longsor kembali Terjadi di Sangihe, Polisi Bantu EvakuasiKeluarga Besar Polres Kepulauan Sangihe Gelar Buka Puasa BersamaCegah Pertikaian, Polisi Mediasi Damai 2 Kelompok Warga di Suwaan AirmadidiTim Asistensi Korsabhara Baharkam Polri Kunjungi Polres BitungProgram P2S, Polsek Tumpaan Berikan Bantuan kepada Janda Kurang MampuPersonil Polres Tomohon Buka Puasa Bersama dengan Anak Panti Hidayatullah KinilowCuri 6 Buah HP Merk Vivo, Rio Diamankan di Polsek TahunaDitbinmas Polda Sulut Bersama KBPP Polri Bagi-Bagi Takjil di Pusat Kota ManadoPria Lansia ini Ditemukan Meninggal Dunia di Kolam Pemandian Air Panas Rano LewoPolsek Langowan Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Curanmor ke Kejari MinahasaTinjau Pengamanan Pemilu, Tim Asistensi Korsabhara Baharkam Polri Sambangi Polres MinutOpa Wen Ditemukan Meninggal di Telaga Ikan di Desa Paslaten KauditanPolres Tomohon Terima Dugaan Kasus Tindak Pidana Pemilu di Dapil 1Kabag Ops Polres Tomohon Pimpin Pengamanan Eksekusi Bangunan di Paslaten DuaPolres Bitung Gelar Prescon, Ungkap Kasus Sabu di Winenet Aertembaga

ORANG TERHORMAT

20 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

Agamawan dan Politisi sejatinya adalah profesi sangat terhormat di negeri ini. Mereka merupakan sumber inspirasi dan sumber berkat bagi bangsa ini. Sejak zaman perjuangan hingga kini,suara mereka didengar,kata-kata mereka jadi acuan kebijakan pemerintah,perilaku mereka ditiru banyak orang,sebagai kekuatan penekan lawan politik bahkan mampu menaklukan ‘politk keberagaman.’Semua ini telah tersaji sangat apik ketika berlangsung Pilkada DKI Jakarta. Menyikapi hiruk pikuk Pilkada DKI Presiden Jokowi blusukan menemui ‘Orang Terhormat’ yakni tokoh-toko agama dan tokoh-tokoh politik. Untuk apa? Berbincang-bincang masalah bangsa,mencegah disintegrasi bangsa lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Istana.” Mengapa demikian?
Pertama,Jokowi meneguhkan kembali bahwa inilah alam Indonesia yang selalu menaruh rasa hormat kepada Orang Terhormat. Predikat terhormat dari sisi pendekatan sosiologis lebih sebagai bentuk pengakuan masyarakat (sosial) akan semua citra suksesnya sepanjang proses interaksi. Idealnya,mereka adalah orang yang  sudah lulus ujian dalam proses bersejarah,punya kemampuan,punya daya tahan uji menghadapi perubahan sosial.
Kedua, bangsa ini masih menaruh ‘berjuta harapan’ agar Orang Terhormat masih tetap menjadi cermin dalam tutur kata dan tindakan. Tak heran kepada mereka dikenakan berupa kata-kata dengan muatan sangat ideal,seperti; manusia super,mampu mengotrol tutur kata dengan sangat terukur,punya tingkat kepekaan sangat tinggi,sebagai negarawan sejati,punya system filterisasi terhadap godaan sehingga tahan uji,sangat tidak pantas jadi pesakitan apalagi harus  masuk bui.
Hanya saja kadang-kadang Orang Terhormat tersebut terbuai dengan semua bentuk sanjungan dan bergelimpahan berkat yang membuatnya terlena,lupa dengan jati diri, lupa bahwa dirinya masih manusia biasa. Kesombongan diri telah menjerat Orang Terhormat sehingga melampaui batas-batas kesadaran dan batas-batas kewajaran dengan mendewakan dirinya. Padahal,sebagai manusia biasa pada titik tertentu tidak akan mampu mengalahkan semua bentuk dorongan,rangsangan,hawa nafsu atas nama sejumlah uang,serta rupa-rupa bentuk kekilafan lainnya. Tetapi apa daya,demi menegakkan hukum bahwa semua orang sama di depan hukum, sekalipun Orang Terhormat tersebut pada zamannya punya nama besar, punya pengikut banyak,punya jutaan relawan siap mati sahid.
Fakta sebagian Orang Terhormat di negeri ini ketika harus berhadapan dengan hukum mencari-cari alasan pembenaran sebagai upaya melawan hukum. Kalau perilaku Orang Terhormat seperti ini,apa yang bisa diharapkan? Jelas,negeri ini tidak butuh orang dengan perilaku seperti ini. Sebagai bangsa tidak boleh permisif terhadap siapapun,apalagi terbelenggu dengan perilaku dari orang atau sekelompok orang yang tidak mau taat aturan dalam tutur kata, dalam tindakan,serta dalam cara berpikir. Untuk itu, butuh tindakan bersama dengan tidak memberi ruang sejengkalpun bagi mereka untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat bangsa. Oleh karena itu, kita harus berani tertibkan semua bentuk perilaku aneh yang bersifat massif di tengah masyarakat,seperti; tangkap dan laporkan ke Polisi mereka yang kumpulkan proposal ketika Pilkada dengan alasan membangun rumah ibadah,tokoh-tokoh agama jangan melacurkan diri ketika musim Pilkada,berani bertanya dan berani menolak pemberian dari siapapun dan dengan alasan apapun terutama dari pejabat dan pengusaha, harus merasa terhina dan melaporkan mereka yang memberi uang atau benda kepada Polisi, menolak menggunakan medsos untuk penyebaran kebencian,melaporkan kepada Polisi mereka yang menggunakan mimbar agama untuk memusuhi orang yang tidak sepaham,dllnya.”
Di tengah hingar bingar semarak perilaku yang tidak terhormat ini kiranya mampu memacu semangat juang,semangat kebersamaan meraih cita-cita bersama. Saat ini kita lebih butuh demokrasi ekonomi yang stabil dan mapan sebagai pengejawantahan cita-cita proklamasi 45. Perilaku transaksional dalam bentuk dan motif apapun baik sebagai penerima atau pemberi harus ditindak tegas demi terbangunnya rasa keadilan. Artinya,jika saja masih ada sikap kritis yang terbudaya dalam pola pikir maka idealnya harus mengantisipa agar tidak terjebak dalam praktek gratifikasi atau bentuk cuci uang lainnya. Karena hanya dengan penegakkan keadilan dan terutama kesadaran mau menolak semua pemberian sehingga kita mampu membersihkan semua praktek transaksional dan terutama diharapkan good governance dan urusan pelayanan public yang merata menjadi lebih baik seperti Negara Cina.
Kesemrawutan tata kelolah negara berdampak multi efek dan rasanya belum hilang dari ingatan kita dimana tokoh politik muda warisan reformasi seperti Nazarudin CS, kader terbaik dari Partai Demokrat usia dalam berpolitik hanya seumuran jagung. Selama sepuluh tahun masa kekuasaan SBY, program infrastruktur telah menjerat banyak elit politik sebagai pesakitan. Sulit dibayangkan 42 anggota DPR-RI harus masuk jeruji besi karena korupsi proyek infrastruktur. Tak hanya itu saja,ternyata ‘mahar politik’ yang sangat mahal mendorong Legislator dan pejabat Eksekutif tenggelam dalam kubangan lumpur korupsi. Bahkan hingga kini menyeret nama besar tokoh pejuang reformasi sekelas Amin Rais. Menurut Jaksa KPK ada duit haram sebesar Rp 600 juta yang masuk ke rekening Amien Rais. Bukan hanya satu kali transfer, tapi sebanyak enam kali transfer, masing-masing sebesar Rp 100 juta. Kisah keterceburnya Sang Legenda Reformasi ke dalam kubangan uang haram melahirkan multi tafsir. Salah satu isu di antaranya adalah ‘Pengalihan Isu Politik.’
Benarkah isu politik serta isu-isu lain yang bergulir liar sebagai babak baru bangsa ini menjelang Pilpres 2019? Apa yang terjadi bukan soal benar atau tidak benar,akan tetapi lebih sebagai sebuah fakta bahwa bangsa kita sepertinya sudah terbiasa dengan hingar bingar politik jalanan,politik kabar burung,politik salah sangka dan politik salah tafsir. Kondisi seperti ini sebagai pembenaran bahwa kualitas perpolitikan kita belum mengedepankan Rasa Sebangsa karena lebih mengedepakan ‘Rasa Suku dan Rasa Agama.’ Oleh karena itu ada pendapat mangatakan bahwa demokrasi kita belum berlandaskan pada aspek rasionalitas, yakni dengan terlebih dahulu menelaah duduk masalah sebelum melakukan sebuah tindakan dan terlebih program kerja. Contoh: Orang rajin berdemo karena ada himbauan dari rumah ibadah. Orang mau tawuran karena membela teman padahal belum ketahui duduk masalah. Orang menyerang rumah ibadah atau kelompok lain hanya karena Hoax,dllnya.
Benar bahwa hampir setiap demo di negeri ini peran langsung Orang Terhormat rupanya tidak pernah nampak jelas. Mereka oleh kecerdikannya selalu ada di belakang layar.Namun, harus disukuri oleh karena setiap kali demo selalu berakhir dengan suka cita,tidak terjadi gesekan berarti. Hanya saja patut ditanyakan juga,apakah ini murni berkat kesadaran berdemokrasi,kesadaran berbangsa dan bernegara atau karena adanya pengamanan dari pihak keamanan super ketat? Kalau Orang Terhormat saja tidak pernah berani menampakan muka,maka sama saja mempermaikan arah dan tujuan demokrasi supaya hilang jejak. “Bagaimana menurut anda?” Disilahkan semua orang menjawab sesuai persepsi dan asumsi masing-masing. Namun,satu hal pasti bahwa Pilkada DKI dengan bintang utama Ahok sudah usai. Ahok dengan lapang dada menerima hukuman 2 tahun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menarik banding yang diajukannya ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Sikap Ahok ditanggapi beragam sebagai Negarawan dan pencitraan. Tetapi yang terpenting suasana DKI sudah mulai kondusif,sudah tidak ada lagi orang demo pro atau kontra.
Pilkada di Indonesia merupakan pesta demokrasi,murni peristiwa politik. Singkat kata Pilkada adalah murni pertarungan Orang Terhormat untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara Terhormat. Bagi sebagian masyarakat bukan politisi rasanya kurang penting untuk dipikirkan. Hanya saja yang patut disayangkan akhir-akhir ini nasib Orang Terhormat mulai diutak atik akan kualitas ke-Negarawannya dan patut disayangkan karena mulai menuai hujatan Pencitraan mengalir kian deras.

Bagikan :

KOMENTAR