Forkopimda Sulut Laksanakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP KairagiKapolda Sulut Hadiri Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Lapangan KONI Sario ManadoKapolda Sulut Lepas Pawai Taptu Peringati HUT RI ke-73Polisi Ringkus 4 Terduga Pelaku Pelemparan Kendaraan di Ranoyapo MinselLakalantas di Ratatotok, Seorang Warga Meninggal DuniaAnggota TNI di Talaud Meninggal di Tempat Pencucian MobilJelang HUT Kemerdekaan RI, Forkopimda Kotamobagu Ziarah ke TMP MongkonaiPawai Lampion di Kauditan Berjalan Aman dan LancarKasat Binmas Polres Minut Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Mahasiswa Baru UnklabKasus Aniaya dengan Pisau Cutter Dilimpahkan ke Kejari BitungDirresnarkoba Polda Sulut Pimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Penghargaan AnggotanyaTempat Pengasapan Kopra Terbakar, Pemilik Ditemukan Meninggal DuniaWakapolres Kepulauan Talaud Hadiri Panen Perdana di BeoCegah Gangguan Keamanan di Laut, Satpolairud Polres Kepulauan Talaud Rutin Gelar Patroli dan Pemeriksaan KapalKetua PD Bhayangkari Sulut Lepasliarkan Sepasang Anak Ikan HiuPabrik Busa di Kauditan Minut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki PenyebabnyaCuma ‘Bahaga’ Pelaku saat Minum Miras, Tukang Bakso ini Kena Empat TikamanKabur Sembilan Hari Usai Menikam Korban, Ipong Ditangkap Tim Tarsius Polres BitungPelaku Pencurian HP di Desa Tenga Diringkus PolisiDua Buah Rumah di Desa Mopolo Minsel Hangus TerbakarNy. Ruthy ajak Polwan dan Bhayangkari Nobar Film Pendakian Puncak CartenzPenarikan Mobil oleh Finance di Tombatu Berakhir dengan Aksi PengrusakanKadiv Humas Polri Tutup Pelatihan Fungsi Kehumasan di ManadoPeduli Lingkungan, Polda Sulut Bersihkan Pasar Bersehati ManadoRespons Cepat, Tim Paniki Tangkap Pelaku Pembunuhan di Banjer ManadoPimpinan Panti Asuhan dr. J. Lucas Berharap ada Anak Asuhnya yang Menjadi PolisiPolda Sulut Berikan Bantuan kepada Panti Asuhan Nurul Hidayah Desa SeaPemerintah Bolmong Utara Gelar Festival Batu PinagutWakapolres Bolmong Dampingi Forkopimda Bolmut Terima Kunker Kajati SulutPolri dan Pertamina Gelar Pelatihan bagi Para Kabid Humas Polda se-Indonesia TimurPolsek Amurang Sita Puluhan Liter Cap Tikus di Desa Lopana SatuPolres Tomohon dan Jajaran Kawal Pengucapan SyukurPolres Kepulauan Talaud Tangkap Pelaku Penganiayaan di MelonguanePolres Kepulauan Talaud Amankan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati TerpilihDiduga Kehabisan Oksigen, Sopir ini Ditemukan Tewas di dalam MobilGelar Touring Bersama YNCI, Polres Bolmong Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 117 meterKapolda Sulut: Penyelaman Massal Wanita di Manado Berjalan Aman dan TertibNy. Ruthy Bangga, Polwan dan Bhayangkari Polda Sulut Turut Sukseskan Penyelaman Massal Wanita di ManadoKetua Umum Dharma Pertiwi Apresiasi Penyelaman Massal Wanita di ManadoKetua WASI Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kurangi Penggunaan PlastikLuar Biasa, Penyelaman Massal Wanita di Manado Tembus Rekor DuniaGubernur Sulut: Kami Mendukung Penuh Kegiatan Penyelaman Massal Wanita di ManadoKetua PB POSSI Apresiasi Rekor Menyelam Massal Wanita dan Bendera Terpanjang dalam Laut IndonesiaKetua WASI: Rekor Menyelam Massal Wanita Dirangkaikan dengan Kegiatan Sosial935 Penyelam Wanita Siap Ciptakan Rekor MURI di ManadoTabrak Lari di Tenga, Tiga Penumpang Gerobak Sapi Luka-lukaDiduga Cemburu, Pria Tenga ini Tega Aniaya Istri Hingga Babak BelurPenjaga Rakit di Pantai Belang Ditemukan TewasHanyut Selama Tiga Hari, Nelayan Sitaro ini Ditemukan Selamat di TalaudPara Penyelam Lakukan Persiapan di Pantai ManadoPeduli Lingkungan, Polwan se-Indonesia Bersihkan Pantai Tuminting ManadoDivisi Humas Polri Gelar Sosialisasi di Polres MinutIrwasum Polri ajak Mahasiswa Unsrat Jaga Kemajemukan Bangsa IndonesiaKapolda Sulut Bersyukur dan Bangga Bisa Tampilkan “Nusantara Bernyanyi” dalam Pembukaan TIFF 2018Sajikan Keberagaman Budaya Indonesia, Polda Sulut Tampil Spektakuler dalam Pembukaan TIFF 2018Puluhan Kendaraan Hias dari Dalam dan Luar Negeri Meriahkan TOFGaung TIFF 2018 Tembus Dunia InternasionalSeorang Jambret Berhasil Diamankan Sebelum Beraksi di KauditanPolres Minut Amankan Ratusan Liter Cap Tikus di Likupang TimurPolsek Aertembaga Buru Pelontar Panah Wayer di Pateten Satu BitungPolres Bitung Gelar Pelatihan Pelayanan Publik198 Calon Bintara Polri Ikuti Pendidikan Pembentukan di SPN Polda SulutCuri Motor di Manado, Tersangka Ditangkap Polsek Tikala di Minahasa UtaraTikam Pria Lansia Tetangganya, SL Ditangkap Unit Resmob Polres MinahasaLakalantas di Pinaras Tomohon, Seorang Remaja Lahendong Tewas di TKPSetubuhi Siswi SMP, MD Meringkuk di Sel Tahanan Polsek Lirung TalaudPelaku Kabur ke Hutan, Polsek Kema Amankan 6 Ekor Ayam Aduan di Desa WaleoGerebek Balap Liar di Lembean, Polsek Kauditan Amankan Satu Sepeda MotorJelang TIFF 2018 dan Penyelaman Massal, Polda Sulut Gelar Doa BersamaJelang Penyelaman Massal di Manado, 149 Polwan Polda Sulut dan Jajaran Terima Brevet Penyelam PolriPolda Sulut Seriusi Pengamanan TIFF dan Penyelaman Massal WanitaKapolresta Manado Imbau Warga Waspadai KebakaranDua Truck Terlibat Kecelakaan di Pasan Minahasa TenggaraTim Paniki Polresta Manado Amankan Pelaku Penganiayaan di BahuRibuan Peserta Ikuti Pemecahan Rekor Dunia Senam Poco-poco di ManadoDiduga Korsleting, Satu Rumah di Kema Minut TerbakarPolres Kepulauan Talaud dan Jajaran Tingkatkan Patroli saat Malam Akhir PekanPolres Minut dan Jajaran Amankan Pembukaan ASC 2018Polres Tomohon Bersama Instansi Terkait Mantapkan Kesiapan Pengamanan TIFF 2018Gerak Cepat, Polsek Likupang Tangkap Pelaku Penikaman di Desa MubuneDiduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Desa Sion Minsel TerbakarBuat Keributan di Batu Kota, Tiga Pemuda Digiring ke Polsek MalalayangWakapolres Bitung Paparkan Pelayanan Publik kepada Mahasiswa Baru STIE PetraKapolda Sulut Terharu, Sidang Akhir Nyatakan Seluruh Casis Tersisa Lulus Ikut Pendidikan Bintara PolriKapolda Sulut Silaturahmi Bersama Wartawan Pos Liputan Manado Tomohon, Sampaikan Kesiapan Pengamanan Iven InternasionalPolsek Ratahan Dalami Kasus Pencurian di Toko Robby TosurayaPolsek Singkil Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Curanmor ke Kejari ManadoPolisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah di Kelurahan Bahu MalalayangUsai Cekcok dan Berkelahi, Dua Pelajar Wanita di Airmadidi Sepakat Berdamai di Depan PolisiKeberadaan Wale Mapalus di Desa Maen Likupang Bantu Bhabinkamtibmas dalam BertugasTersangka Penganiayaan Terhadap Seorang Personel Polsek Lembeh Selatan Diserahkan ke Kejari BitungIrwasda Polda Sulut Hadiri Pencanangan Peringatan HUT RI ke-73 dan Hari Jadi Provinsi Sulut ke-54Tim Tarsius Polres Bitung Lumpuhkan Tersangka CuranmorTiga Pilar Kamtibmas Girian Atas Amankan 15 Remaja dan 85 Kaleng LemMoU Pembiayaan Rumah Murah Disambut Baik Personil Polda Sulut dan JajaranBRI Siap Bantu Pembiayaan Kepemilikan Rumah Murah Bagi Personil Polda Sulut dan JajaranMabuk dan Buat Onar, JP Digiring ke Polsek TengaDiduga Mengantuk, Sopir Xenia Tabrak Truck di Tenga MinselDivhubinter Polri Gelar Sosialisasi ke-Interpol-an di Polda SulutPolresta Manado Tangkap Empat Pengguna Sabu

ORANG TERHORMAT

20 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

Agamawan dan Politisi sejatinya adalah profesi sangat terhormat di negeri ini. Mereka merupakan sumber inspirasi dan sumber berkat bagi bangsa ini. Sejak zaman perjuangan hingga kini,suara mereka didengar,kata-kata mereka jadi acuan kebijakan pemerintah,perilaku mereka ditiru banyak orang,sebagai kekuatan penekan lawan politik bahkan mampu menaklukan ‘politk keberagaman.’Semua ini telah tersaji sangat apik ketika berlangsung Pilkada DKI Jakarta. Menyikapi hiruk pikuk Pilkada DKI Presiden Jokowi blusukan menemui ‘Orang Terhormat’ yakni tokoh-toko agama dan tokoh-tokoh politik. Untuk apa? Berbincang-bincang masalah bangsa,mencegah disintegrasi bangsa lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Istana.” Mengapa demikian?
Pertama,Jokowi meneguhkan kembali bahwa inilah alam Indonesia yang selalu menaruh rasa hormat kepada Orang Terhormat. Predikat terhormat dari sisi pendekatan sosiologis lebih sebagai bentuk pengakuan masyarakat (sosial) akan semua citra suksesnya sepanjang proses interaksi. Idealnya,mereka adalah orang yang  sudah lulus ujian dalam proses bersejarah,punya kemampuan,punya daya tahan uji menghadapi perubahan sosial.
Kedua, bangsa ini masih menaruh ‘berjuta harapan’ agar Orang Terhormat masih tetap menjadi cermin dalam tutur kata dan tindakan. Tak heran kepada mereka dikenakan berupa kata-kata dengan muatan sangat ideal,seperti; manusia super,mampu mengotrol tutur kata dengan sangat terukur,punya tingkat kepekaan sangat tinggi,sebagai negarawan sejati,punya system filterisasi terhadap godaan sehingga tahan uji,sangat tidak pantas jadi pesakitan apalagi harus  masuk bui.
Hanya saja kadang-kadang Orang Terhormat tersebut terbuai dengan semua bentuk sanjungan dan bergelimpahan berkat yang membuatnya terlena,lupa dengan jati diri, lupa bahwa dirinya masih manusia biasa. Kesombongan diri telah menjerat Orang Terhormat sehingga melampaui batas-batas kesadaran dan batas-batas kewajaran dengan mendewakan dirinya. Padahal,sebagai manusia biasa pada titik tertentu tidak akan mampu mengalahkan semua bentuk dorongan,rangsangan,hawa nafsu atas nama sejumlah uang,serta rupa-rupa bentuk kekilafan lainnya. Tetapi apa daya,demi menegakkan hukum bahwa semua orang sama di depan hukum, sekalipun Orang Terhormat tersebut pada zamannya punya nama besar, punya pengikut banyak,punya jutaan relawan siap mati sahid.
Fakta sebagian Orang Terhormat di negeri ini ketika harus berhadapan dengan hukum mencari-cari alasan pembenaran sebagai upaya melawan hukum. Kalau perilaku Orang Terhormat seperti ini,apa yang bisa diharapkan? Jelas,negeri ini tidak butuh orang dengan perilaku seperti ini. Sebagai bangsa tidak boleh permisif terhadap siapapun,apalagi terbelenggu dengan perilaku dari orang atau sekelompok orang yang tidak mau taat aturan dalam tutur kata, dalam tindakan,serta dalam cara berpikir. Untuk itu, butuh tindakan bersama dengan tidak memberi ruang sejengkalpun bagi mereka untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat bangsa. Oleh karena itu, kita harus berani tertibkan semua bentuk perilaku aneh yang bersifat massif di tengah masyarakat,seperti; tangkap dan laporkan ke Polisi mereka yang kumpulkan proposal ketika Pilkada dengan alasan membangun rumah ibadah,tokoh-tokoh agama jangan melacurkan diri ketika musim Pilkada,berani bertanya dan berani menolak pemberian dari siapapun dan dengan alasan apapun terutama dari pejabat dan pengusaha, harus merasa terhina dan melaporkan mereka yang memberi uang atau benda kepada Polisi, menolak menggunakan medsos untuk penyebaran kebencian,melaporkan kepada Polisi mereka yang menggunakan mimbar agama untuk memusuhi orang yang tidak sepaham,dllnya.”
Di tengah hingar bingar semarak perilaku yang tidak terhormat ini kiranya mampu memacu semangat juang,semangat kebersamaan meraih cita-cita bersama. Saat ini kita lebih butuh demokrasi ekonomi yang stabil dan mapan sebagai pengejawantahan cita-cita proklamasi 45. Perilaku transaksional dalam bentuk dan motif apapun baik sebagai penerima atau pemberi harus ditindak tegas demi terbangunnya rasa keadilan. Artinya,jika saja masih ada sikap kritis yang terbudaya dalam pola pikir maka idealnya harus mengantisipa agar tidak terjebak dalam praktek gratifikasi atau bentuk cuci uang lainnya. Karena hanya dengan penegakkan keadilan dan terutama kesadaran mau menolak semua pemberian sehingga kita mampu membersihkan semua praktek transaksional dan terutama diharapkan good governance dan urusan pelayanan public yang merata menjadi lebih baik seperti Negara Cina.
Kesemrawutan tata kelolah negara berdampak multi efek dan rasanya belum hilang dari ingatan kita dimana tokoh politik muda warisan reformasi seperti Nazarudin CS, kader terbaik dari Partai Demokrat usia dalam berpolitik hanya seumuran jagung. Selama sepuluh tahun masa kekuasaan SBY, program infrastruktur telah menjerat banyak elit politik sebagai pesakitan. Sulit dibayangkan 42 anggota DPR-RI harus masuk jeruji besi karena korupsi proyek infrastruktur. Tak hanya itu saja,ternyata ‘mahar politik’ yang sangat mahal mendorong Legislator dan pejabat Eksekutif tenggelam dalam kubangan lumpur korupsi. Bahkan hingga kini menyeret nama besar tokoh pejuang reformasi sekelas Amin Rais. Menurut Jaksa KPK ada duit haram sebesar Rp 600 juta yang masuk ke rekening Amien Rais. Bukan hanya satu kali transfer, tapi sebanyak enam kali transfer, masing-masing sebesar Rp 100 juta. Kisah keterceburnya Sang Legenda Reformasi ke dalam kubangan uang haram melahirkan multi tafsir. Salah satu isu di antaranya adalah ‘Pengalihan Isu Politik.’
Benarkah isu politik serta isu-isu lain yang bergulir liar sebagai babak baru bangsa ini menjelang Pilpres 2019? Apa yang terjadi bukan soal benar atau tidak benar,akan tetapi lebih sebagai sebuah fakta bahwa bangsa kita sepertinya sudah terbiasa dengan hingar bingar politik jalanan,politik kabar burung,politik salah sangka dan politik salah tafsir. Kondisi seperti ini sebagai pembenaran bahwa kualitas perpolitikan kita belum mengedepankan Rasa Sebangsa karena lebih mengedepakan ‘Rasa Suku dan Rasa Agama.’ Oleh karena itu ada pendapat mangatakan bahwa demokrasi kita belum berlandaskan pada aspek rasionalitas, yakni dengan terlebih dahulu menelaah duduk masalah sebelum melakukan sebuah tindakan dan terlebih program kerja. Contoh: Orang rajin berdemo karena ada himbauan dari rumah ibadah. Orang mau tawuran karena membela teman padahal belum ketahui duduk masalah. Orang menyerang rumah ibadah atau kelompok lain hanya karena Hoax,dllnya.
Benar bahwa hampir setiap demo di negeri ini peran langsung Orang Terhormat rupanya tidak pernah nampak jelas. Mereka oleh kecerdikannya selalu ada di belakang layar.Namun, harus disukuri oleh karena setiap kali demo selalu berakhir dengan suka cita,tidak terjadi gesekan berarti. Hanya saja patut ditanyakan juga,apakah ini murni berkat kesadaran berdemokrasi,kesadaran berbangsa dan bernegara atau karena adanya pengamanan dari pihak keamanan super ketat? Kalau Orang Terhormat saja tidak pernah berani menampakan muka,maka sama saja mempermaikan arah dan tujuan demokrasi supaya hilang jejak. “Bagaimana menurut anda?” Disilahkan semua orang menjawab sesuai persepsi dan asumsi masing-masing. Namun,satu hal pasti bahwa Pilkada DKI dengan bintang utama Ahok sudah usai. Ahok dengan lapang dada menerima hukuman 2 tahun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menarik banding yang diajukannya ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Sikap Ahok ditanggapi beragam sebagai Negarawan dan pencitraan. Tetapi yang terpenting suasana DKI sudah mulai kondusif,sudah tidak ada lagi orang demo pro atau kontra.
Pilkada di Indonesia merupakan pesta demokrasi,murni peristiwa politik. Singkat kata Pilkada adalah murni pertarungan Orang Terhormat untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara Terhormat. Bagi sebagian masyarakat bukan politisi rasanya kurang penting untuk dipikirkan. Hanya saja yang patut disayangkan akhir-akhir ini nasib Orang Terhormat mulai diutak atik akan kualitas ke-Negarawannya dan patut disayangkan karena mulai menuai hujatan Pencitraan mengalir kian deras.

KOMENTAR