Polres Minut Amankan Dua Pelaku Togel di Lokasi BerbedaDiduga Akibat Stres, Lansia Warga Tombatu Nekat Gantung DiriPolisi Mediasi Kasus Pengancaman di Kelurahan Ranomea AmurangPolisi Tengahi Protes Warga Terhadap Pembangunan Bendungan Kuwil di MinutPolantas Minut Amankan Jalur Raewayahills RunPolres Kepulauan Talaud dan Jajaran Gelar Patroli Cipta Kondisi Jelang Kunker Ketua MA RIPersonil Polsek Nanusa Patroli Perairan di Wilayah Perbatasan TalaudPolres Minut Gelar “Tour Kamseltibcarlantas” di MaumbiPatroli K2YD Polres Minut Amankan Enam Pemabuk di Terminal AirmadidiBhabinkamtibmas Kelurahan Mawali Mediasi Permasalahan Pembangunan Pasar Kuliner di Pasir PanjangKepergok Curi Kelapa di Perkebunan Ranoketang Minsel, Dua Pemuda Dibina PolisiLakalantas di Bulude Talaud, Welem Tewas di TKPPolres Kotamobagu Tangkap Dua Pelaku Togel di Kobo KecilKapolres Minsel Hadiri Ibadah Agung HUT ke-56 PKB Sinode GMIM di RatahanLakalantas di Desa Lopana, Seorang Bocah Luka-LukaTersesat di Perkebunan Wasian, Lansia ini Lupa Jalan PulangPolres Minsel Amankan Tiga Pelaku Judi Togel di KumelembuaiAncam Kasir Alfa Mart, Tiga Remaja Desa Radey DipolisikanIni Pemenang Aneka Lomba, Meriahkan HKGB ke-66 di Mapolda SulutBhayangkari Sulut Gelar 4 Macam Lomba di Halaman MapoldaTim Bidkum Polda Sulut Sosialisasikan Tiga Perkap di Polres Kepulauan TalaudMeriahkan HKGB ke-66, Keluarga Besar Polda Sulut dan Jajaran Olah Raga BersamaPolsek Miangas Kawal Tim Ekspedisi BI “Menuju Batas Utara NKRI”Satresnarkoba Polres Bitung Gagalkan Peredaran 100 gram SabuTim Mabes Polri Cek Kesiapan Pengamanan Pemilu di Polres MinselAnsor Sulut Serukan Kerukunan dan Kedamaian, Bijak dalam Media SosialApresiasi Kinerja Polisi, GAMKI Sulut Imbau Warga Jaga KerukunanTim Sops Polri Lakukan Supervisi Quick Wins dan OMB 2018 di Polda Sulut dan JajaranPolsek KPS Bitung Gelar Pengamanan Kedatangan Kapal Pesiar Asal ChinaGelar Alut dan Alsus, Polres Minut Siap Amankan Pemilu 2019Kompolnas: Polmas Polres Minut akan Menjadi Percontohan di IndonesiaAsyik Nikmati Miras dan Lem di Pantai Lakban, Dua Gadis Remaja Diamankan PolisiTim Urkes Polres Kepulauan Talaud Cek Kondisi Kesehatan Personel Polsek NanusaDiduga Serangan Jantung, Aldrina Ditemukan Tewas di Dalam RumahnyaDiduga Korsleting, Dua Rumah di Kawangkoan Baru Minut TerbakarWakapolres Kotamobagu: Junjung Tinggi Netralitas dalam Pemilu 2019Bhabinkamtibmas Desa Kauditan Selesaikan Pertikaian Dua Warga BinaanyaKapolsek Pineleng ajak Warga Desa Kali Jaga Keamanan dan KetertibanKata Pakar Hukum Unsrat Pasca Penolakan Kedatangan Habib Smith di ManadoKepala SPN Polda Sulut Motivasi para Calon Pensiunan Polri Tetap Beryukur dan Berpikir PositifPolres Minsel Amankan Eksekusi Tanah di RanomeaPolisi Netral dalam Melakukan Pengamanan Kegiatan MasyarakatPerwira ini Apresiasi Latihan Keterampilan Calon Purna Bakti yang Digelar Polda SulutPasca Penolakan Kedatangan Habib Bahar Smith, Situasi Kota Manado Tetap Kondusif, Kabid Humas: Warga Jangan Mudah TerprovokasiKapolres Minsel Pimpin Latihan SispamkotaPenikam Sesama Mahasiswa Menyerahkan Diri ke Polsek TombaririTim Totosik Polres Tomohon Amankan Lima Pelaku Pengeroyokan di Depan Kafe KanzoBTPN Bantu Personil Polri yang Akan PensiunPerkelahian Dua Pemabuk ini Berhasil Dimediasi Polsek AirmadidiPolda Sulut Gelar Pelatihan Keterampilan Personil Polri Jelang PensiunBhayangkari Cabang Minsel Terima Pembekalan dari Motivator Paulus WinartoPolisi dan TNI AL Lakukan Razia di Pelabuhan AmurangPolres Minut dan Jajaran Gelar K2YDSewa Mobil di Manado, Stevi Akhirnya Diringkus di JayapuraBrimob Kompi 4 Talaud Galang Dana Kemanusiaan Untuk Korban Gempa SultengSok Jagoan, Dua Pelajar Bawa Sajam Diamankan di Polsek MaesaPatroli Gabungan Kota Bitung Bubarkan Anak-Anak Muda Nongkrong sambil MirasDimediasi Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa, Kasus Penganiayaan di Kalawat Berakhir DamaiTempat Pengasapan Kelapa di Ratahan Terbakar, Kerugian Puluhan Juta RupiahTim Mabes Polri Gelar Asistensi dan Supervisi OMB 2018 di Polres Minut dan BitungDiduga Sakit TBC Kambuh, Pria Tomohon Tengah ini Ditemukan Tewas di Depan RumahnyaTim Gabungan Amankan Puluhan Kubik Kayu Diduga Hasil Illegal Logging di TalaudDiduga Sakit, Menix Ditemukan Tewas di Perkebunan Toulumuten Taler MinahasaCabuli Tiga Keponakannya, MK Dijebloskan ke Sel Tahanan Mapolresta ManadoAniaya Kakak Kandung, JL Digiring ke Polsek RatahanTabrak Truck, Seorang Pensiunan TNI Warga Poigar Bolmong Meninggal DuniaFestival Pesona Selat Lembeh Tahun 2018 Berjalan Aman, Tertib dan LancarKapolsek Pineleng Ajak Siswa SMK Negeri 6 Manado Jauhi NarkobaKapolsek Kabaruan Sampaikan Imbauan Kamtibmas kepada Jemaat Germita Maranatha MangaranPolres Kepulauan Talaud Gelar Pelatihan dan Simulasi TPTKPKernet Truck Tewas Kesetrum saat Turunkan Pasir di TamakoTim Paniki Amankan Enam Pelaku Pengeroyokan di Kelurahan Banjer ManadoBuat Keributan di Kost, Pemuda Mabuk dan Bersajam ini Diringkus Polsek Urban MalalayangPJR Polda Sulut Kawal Bantuan Kemanusiaan Menuju Kota PaluTim Mabes Polri Gelar Asistensi dan Supervisi OMB 2018 di Polda SulutTim SSDM Polri Pantau Hasil Diktuk dan Dikbangspes di Polda SulutKapolda Sulut Lepas Bantuan Kemanusiaan dari GMIM, KBPP Polri dan BNPB Menuju PaluKapolda Sulut Resmikan Rumah Doa Oikumene Polres BitungTabrak Pembatas Jalan, Aldo Dilarikan ke Rumah SakitTim Totosik Polres Tomohon Amankan Dua Pria yang Berkelahi di Depan Super Star KaraokePolres Kepulauan Talaud dan Jajaran Gelar Doa Bersama untuk Korban Gempa SultengCegah Karhutla, Polsek Likupang Gelar Patroli Terpadu di Likupang TimurPolisi Cegah Aksi Balas Dendam Kasus Penikaman di Warisa dengan “Paramita”Tim Paniki Serahkan Pelaku Persetubuhan ke Polsek SarioPolsek Aertembaga Amankan 1 dari 4 Pelaku Penganiayaan di TandurusaKapolres Kepulauan Talaud Cek Kesiapan Perlengkapan Pengamanan Pemilu 2019Polsek Matuari Tangkap Pelaku Pengancaman dan PencurianDewanto Ditemukan Tewas di Rumahnya, Polresta Manado Selidiki Penyebab KematianSatuan Brimob Polda Sulut Kirim Bantuan ke SultengDitlantas Polda Sulut Kawal Alat Pengebor Air dan Beri Bantuan ke SultengPolair Polda Sulut Bantu Distribusikan Bantuan Kemanusiaan Mabes Polri untuk Korban Gempa PaluPengucapan Syukur di Kota Bitung Berlangsung AmanPolisi Bubarkan Aksi Tawuran di Kawasan Boulevard AmurangDodi Tewas Ditikam di Desa Warisa, Pelaku Ditangkap Polsek Dimembe Sesaat Usai KejadianPolres Minahasa Utara dan Jajaran Terus Giatkan K2YDKapolres Kepulauan Talaud Pimpin Sertijab Kapolsek Kabaruan dan Pelantikan Kapolsek BeoPolresta Manado Amankan Pelaku Beserta Barang Bukti Penggelapan Sepeda MotorPolres Kepulauan Talaud dan Jajaran Tingkatkan Patroli Cipkon Malam Akhir PekanPolsek Kauditan Terus Tingkatkan Pelayanan Prima bagi MasyarakatCegah Aksi Kejahatan saat Malam Akhir Pekan, Polsek Dimembe Tingkatkan Patroli K2YD

ORANG TERHORMAT

20 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

Agamawan dan Politisi sejatinya adalah profesi sangat terhormat di negeri ini. Mereka merupakan sumber inspirasi dan sumber berkat bagi bangsa ini. Sejak zaman perjuangan hingga kini,suara mereka didengar,kata-kata mereka jadi acuan kebijakan pemerintah,perilaku mereka ditiru banyak orang,sebagai kekuatan penekan lawan politik bahkan mampu menaklukan ‘politk keberagaman.’Semua ini telah tersaji sangat apik ketika berlangsung Pilkada DKI Jakarta. Menyikapi hiruk pikuk Pilkada DKI Presiden Jokowi blusukan menemui ‘Orang Terhormat’ yakni tokoh-toko agama dan tokoh-tokoh politik. Untuk apa? Berbincang-bincang masalah bangsa,mencegah disintegrasi bangsa lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Istana.” Mengapa demikian?
Pertama,Jokowi meneguhkan kembali bahwa inilah alam Indonesia yang selalu menaruh rasa hormat kepada Orang Terhormat. Predikat terhormat dari sisi pendekatan sosiologis lebih sebagai bentuk pengakuan masyarakat (sosial) akan semua citra suksesnya sepanjang proses interaksi. Idealnya,mereka adalah orang yang  sudah lulus ujian dalam proses bersejarah,punya kemampuan,punya daya tahan uji menghadapi perubahan sosial.
Kedua, bangsa ini masih menaruh ‘berjuta harapan’ agar Orang Terhormat masih tetap menjadi cermin dalam tutur kata dan tindakan. Tak heran kepada mereka dikenakan berupa kata-kata dengan muatan sangat ideal,seperti; manusia super,mampu mengotrol tutur kata dengan sangat terukur,punya tingkat kepekaan sangat tinggi,sebagai negarawan sejati,punya system filterisasi terhadap godaan sehingga tahan uji,sangat tidak pantas jadi pesakitan apalagi harus  masuk bui.
Hanya saja kadang-kadang Orang Terhormat tersebut terbuai dengan semua bentuk sanjungan dan bergelimpahan berkat yang membuatnya terlena,lupa dengan jati diri, lupa bahwa dirinya masih manusia biasa. Kesombongan diri telah menjerat Orang Terhormat sehingga melampaui batas-batas kesadaran dan batas-batas kewajaran dengan mendewakan dirinya. Padahal,sebagai manusia biasa pada titik tertentu tidak akan mampu mengalahkan semua bentuk dorongan,rangsangan,hawa nafsu atas nama sejumlah uang,serta rupa-rupa bentuk kekilafan lainnya. Tetapi apa daya,demi menegakkan hukum bahwa semua orang sama di depan hukum, sekalipun Orang Terhormat tersebut pada zamannya punya nama besar, punya pengikut banyak,punya jutaan relawan siap mati sahid.
Fakta sebagian Orang Terhormat di negeri ini ketika harus berhadapan dengan hukum mencari-cari alasan pembenaran sebagai upaya melawan hukum. Kalau perilaku Orang Terhormat seperti ini,apa yang bisa diharapkan? Jelas,negeri ini tidak butuh orang dengan perilaku seperti ini. Sebagai bangsa tidak boleh permisif terhadap siapapun,apalagi terbelenggu dengan perilaku dari orang atau sekelompok orang yang tidak mau taat aturan dalam tutur kata, dalam tindakan,serta dalam cara berpikir. Untuk itu, butuh tindakan bersama dengan tidak memberi ruang sejengkalpun bagi mereka untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat bangsa. Oleh karena itu, kita harus berani tertibkan semua bentuk perilaku aneh yang bersifat massif di tengah masyarakat,seperti; tangkap dan laporkan ke Polisi mereka yang kumpulkan proposal ketika Pilkada dengan alasan membangun rumah ibadah,tokoh-tokoh agama jangan melacurkan diri ketika musim Pilkada,berani bertanya dan berani menolak pemberian dari siapapun dan dengan alasan apapun terutama dari pejabat dan pengusaha, harus merasa terhina dan melaporkan mereka yang memberi uang atau benda kepada Polisi, menolak menggunakan medsos untuk penyebaran kebencian,melaporkan kepada Polisi mereka yang menggunakan mimbar agama untuk memusuhi orang yang tidak sepaham,dllnya.”
Di tengah hingar bingar semarak perilaku yang tidak terhormat ini kiranya mampu memacu semangat juang,semangat kebersamaan meraih cita-cita bersama. Saat ini kita lebih butuh demokrasi ekonomi yang stabil dan mapan sebagai pengejawantahan cita-cita proklamasi 45. Perilaku transaksional dalam bentuk dan motif apapun baik sebagai penerima atau pemberi harus ditindak tegas demi terbangunnya rasa keadilan. Artinya,jika saja masih ada sikap kritis yang terbudaya dalam pola pikir maka idealnya harus mengantisipa agar tidak terjebak dalam praktek gratifikasi atau bentuk cuci uang lainnya. Karena hanya dengan penegakkan keadilan dan terutama kesadaran mau menolak semua pemberian sehingga kita mampu membersihkan semua praktek transaksional dan terutama diharapkan good governance dan urusan pelayanan public yang merata menjadi lebih baik seperti Negara Cina.
Kesemrawutan tata kelolah negara berdampak multi efek dan rasanya belum hilang dari ingatan kita dimana tokoh politik muda warisan reformasi seperti Nazarudin CS, kader terbaik dari Partai Demokrat usia dalam berpolitik hanya seumuran jagung. Selama sepuluh tahun masa kekuasaan SBY, program infrastruktur telah menjerat banyak elit politik sebagai pesakitan. Sulit dibayangkan 42 anggota DPR-RI harus masuk jeruji besi karena korupsi proyek infrastruktur. Tak hanya itu saja,ternyata ‘mahar politik’ yang sangat mahal mendorong Legislator dan pejabat Eksekutif tenggelam dalam kubangan lumpur korupsi. Bahkan hingga kini menyeret nama besar tokoh pejuang reformasi sekelas Amin Rais. Menurut Jaksa KPK ada duit haram sebesar Rp 600 juta yang masuk ke rekening Amien Rais. Bukan hanya satu kali transfer, tapi sebanyak enam kali transfer, masing-masing sebesar Rp 100 juta. Kisah keterceburnya Sang Legenda Reformasi ke dalam kubangan uang haram melahirkan multi tafsir. Salah satu isu di antaranya adalah ‘Pengalihan Isu Politik.’
Benarkah isu politik serta isu-isu lain yang bergulir liar sebagai babak baru bangsa ini menjelang Pilpres 2019? Apa yang terjadi bukan soal benar atau tidak benar,akan tetapi lebih sebagai sebuah fakta bahwa bangsa kita sepertinya sudah terbiasa dengan hingar bingar politik jalanan,politik kabar burung,politik salah sangka dan politik salah tafsir. Kondisi seperti ini sebagai pembenaran bahwa kualitas perpolitikan kita belum mengedepankan Rasa Sebangsa karena lebih mengedepakan ‘Rasa Suku dan Rasa Agama.’ Oleh karena itu ada pendapat mangatakan bahwa demokrasi kita belum berlandaskan pada aspek rasionalitas, yakni dengan terlebih dahulu menelaah duduk masalah sebelum melakukan sebuah tindakan dan terlebih program kerja. Contoh: Orang rajin berdemo karena ada himbauan dari rumah ibadah. Orang mau tawuran karena membela teman padahal belum ketahui duduk masalah. Orang menyerang rumah ibadah atau kelompok lain hanya karena Hoax,dllnya.
Benar bahwa hampir setiap demo di negeri ini peran langsung Orang Terhormat rupanya tidak pernah nampak jelas. Mereka oleh kecerdikannya selalu ada di belakang layar.Namun, harus disukuri oleh karena setiap kali demo selalu berakhir dengan suka cita,tidak terjadi gesekan berarti. Hanya saja patut ditanyakan juga,apakah ini murni berkat kesadaran berdemokrasi,kesadaran berbangsa dan bernegara atau karena adanya pengamanan dari pihak keamanan super ketat? Kalau Orang Terhormat saja tidak pernah berani menampakan muka,maka sama saja mempermaikan arah dan tujuan demokrasi supaya hilang jejak. “Bagaimana menurut anda?” Disilahkan semua orang menjawab sesuai persepsi dan asumsi masing-masing. Namun,satu hal pasti bahwa Pilkada DKI dengan bintang utama Ahok sudah usai. Ahok dengan lapang dada menerima hukuman 2 tahun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menarik banding yang diajukannya ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Sikap Ahok ditanggapi beragam sebagai Negarawan dan pencitraan. Tetapi yang terpenting suasana DKI sudah mulai kondusif,sudah tidak ada lagi orang demo pro atau kontra.
Pilkada di Indonesia merupakan pesta demokrasi,murni peristiwa politik. Singkat kata Pilkada adalah murni pertarungan Orang Terhormat untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara Terhormat. Bagi sebagian masyarakat bukan politisi rasanya kurang penting untuk dipikirkan. Hanya saja yang patut disayangkan akhir-akhir ini nasib Orang Terhormat mulai diutak atik akan kualitas ke-Negarawannya dan patut disayangkan karena mulai menuai hujatan Pencitraan mengalir kian deras.

KOMENTAR