CPNS Polda Sulut Ikuti Tes PMKPersempit Ruang Gerak Penjahat, Polres Tomohon dan Jajaran Maksimalkan K2YDPimpin Ibadah Pra Natal, Kapolsek Kabaruan Ajak Jemaat Hindari MirasPatroli Cipkon, Polsek Lirung Talaud Amankan Pemuda MabukSatlantas Polres Minut Gelar Tour Kamseltibcar Lantas di Desa LaikitMobil Masuk Jurang di Ratahan Timur, Dua Korban Luka-lukaKanit Binmas Polsek Langowan Ajak Warga Jaga Keamanan LingkunganRatusan Jamaah Masjid As Shalihin Dendengan Dalam, Sholat Subuh Berjamaah Bersama Wakapolda SulutSabhara Polda Sulut Evakuasi Pohon Tumbang di Kampus UnsratTes Kesamaptaan Jasmani CPNS Polda SulutTega Aniaya Bayi, Ayah Tiri Kejam Jadi Penghuni Rutan Polsek Matuari BitungPeringati Hari Juang Kartika, TNI-Polri di Bolmong Semakin MesraPemkab Minut Gelar Rakor Penanganan Konflik SosialPolisi Amankan Marvel, Pelaku Penganiayaan di RatatotokSinergitas TNI-Polri di Sangihe dalam Perayaan Natal BersamaJumat Keliling, Personil Polres Tomohon Sambangi Masjid Fastabiqul Khairat TombaririKapolres Bitung Buka Christmas Automoto Dragrace 2018Keluarga Besar Polres Kepulauan Talaud Gelar Ibadah Natal BersamaKapolres Kepulauan Talaud dan Dandim Laksanakan Kunjungan Kerja BersamaPolda Sulut Terima Kunjungan Kerja MKD DPR RISatbinmas Polres Kotamobagu Gelar Lomba SatpamDiduga Hubungan Asmaranya Kandas, Pria Bolsel ini Nekad Gantung DiriDimediasi Bhabinkamtibmas, Kasus Keributan dan Pengerusakan di Rumah Kost Kelurahan Maesa Unima Berakhir DamaiKondisi Kesehatan CPNS Polda Sulut DiperiksaPolres Minahasa Jaring Calon Peserta Binlat Seleksi Penerimaan Polri TA 2019Hasil Survey Kepuasan Masyarakat atas Layanan SKCK Tahun 2018, Bitung dan Minahasa MantapKapolsek Langowan Sampaikan Pesan Kamtibmas pada Sosialisasi Bela Negara se-MinahasaEksekusi Lahan di Kecamatan Maesa Bitung Berjalan KondusifBuat Kegaduhan di Kompleks, 17 Remaja Diamankan di Polsek MatuariDemo Warga Pinokalan di PT. MSM Minut Berakhir KondusifMabuk dan Buat Keributan, Pria Rap Rap Digiring ke Polsek AirmadidiBertengkar Akibat Mabuk, Satu Warga Meregang Nyawa di KauditanPolres Minut dan BNNP Ajak Generasi Muda Kema Jauhi NarkobaJalan Licin, Dua Mobil Tabrakan di Jalan Trans SulawesiPoliteknik Negeri Manado Apresiasi Pelaksanaan ‘Police and Jasa Raharja Go To Campus’Polres Minsel Terima Kunjungan Tim Asistensi OMB 2018 dari Mabes PolriKorlantas Polri dan Jasa Raharja Kampanye Tertib Berlalulintas di Kampus Politeknik Negeri ManadoJelang Natal dan Tahun Baru, Wakapolres Tomohon Imbau Bhabinkamtibmas Tingkatkan Keamanan di Desa BinaanNy. Deysi Bahagia Melihat Suami Kembali dari Penugasan BKO Polda PapuaUpacara Peringatan Hari Armada RI Tahun 2018 di Mako Lanal MelonguaneDisambut Kapolda, 1 SSK Brimob Polda Sulut Tiba dari Penugasan di PapuaCPNS Polri Polda Sulut Jalani Pemetaan PsikologiDiduga Serangan Jantung, Petani Lansia ini Ditemukan Tewas di Perkebunan Picuan MinselDeklarasi Pemilu Damai di Tahuna Timur SangihePolres Minahasa Sita Ratusan Liter Cap Tikus yang Akan Dibawa ke BitungHadiri Kumaus Mingguan di Desa Kapoya, Kapolsek Tareran Ajak Warga Jaga KerukunanPolres Kepulauan Talaud Jaring Pelajar di Kecamatan Lirung yang Berminat Jadi PolisiPolres Minut dan Jajaran Gencar Sosialisasikan Penerimaan Anggota Polri TA 2019Kanit Sabhara Polsek Kauditan Selesaikan Kasus Pengeroyokan Siswa Secara DamaiSebuah Rumah di Desa Kolongan Minut Hangus TerbakarTim Asistensi Mabes Polri Cek Kesiapan OMB Polres Minut dan BitungHadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid An Nur Tahuna, Kapolres Ajak Jamaah Jaga KamtibmasBhayangkari Sangihe Bersama MT Insan Kawanua Gelar Aneka Lomba Peringati Maulid Nabi 1440 HSemangat Wujudkan Pemilu Damai di Kecamatan KemaDirjen Imigrasi Kukuhkan Tim Pora Kota KotamobaguSeorang Warga Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Air Sungai RanowangkoHilang Sejak 2017, Motor Milik Warga Tikala Ares DitemukanPersonel Satsabhara Polres Minahasa Tingkatkan Kemampuan DalmasTim Asistensi Mabes Polri Tinjau Kesiapan Polda Sulut Hadapi Pemilu 2019Polsek Wanea Amankan Ratusan Liter Cap Tikus di Ranotana WeruLemdiklat Polri Laksanakan Evaluasi Pelaksanaan Revolusi Mental di Polda SulutDiduga Terjatuh Saat Memetik Pala, Ratu Ditemukan Tewas di Perkebunan Beo Utara TalaudPolres Kepulauan Talaud ‘Sikat’ Sampah Plastik di Pelabuhan MelonguaneWakapolres Tomohon Ajak Seluruh Pihak Sukseskan Pemilu 2019Sosialisasi Penyediaan Rumah Bersubsidi FLPP untuk Personel Polri dan ASN Polda SulutPolsek Amurang Amankan Pelaku Penganiayaan di Desa MalikuUngkap Uang Palsu Puluhan Juta, Polres Kotamobagu Gelar Konferensi PersDuel Sajam, Dua Warga Tompasobaru Dilarikan ke Rumah SakitSopir Ngantuk, Truck Bermuatan 10 Ton Beras Masuk ke Parit di Tenga MinselJelang Hari Natal, Kapolda Sulut Ingatkan Kondisi Cuaca EkstrimPolres Minahasa Sita Ratusan Liter Cap Tikus di WewelenKapolda Sulut Resmikan Kapal Patroli BW 01 Milik PolairudCabuli Anak Tiri, YM Meringkuk di Sel Tahanan Polres Kepulauan TalaudDitpolairud Polda Sulut Gelar Syukuran HUT ke-68Peringati HUT Polairud ke-68, Kapolda Sulut Pimpin Upacara Tabur Bunga di Atas KP Bisma 8001Kapolda Hadiri Pencanangan “North Sulawesi Christmas Festival 2018”Pesta Miras, 9 Pria Digelandang ke Mako Polsek BeoKecamatan Aertembaga Bitung Deklarasikan Pemilu Damai 2019Kecamatan Ranowulu Deklarasikan Pemilu Damai 2019K2YD di Kauditan, ini yang Dilakukan PetugasPolisi Damaikan Dua Anak Muda Bertikai di ToulimambotProgram Subuh Keliling, Wakapolda Sulut Sholat Berjamaah di Masjid Ar Rahmah BanjerWakapolda Lepas Pawai Taptu Hijrah di Halaman Mapolda SulutLakalantas Tunggal di Tosuraya Barat, Dua Warga Ratahan Luka-lukaAniaya Kekasihnya yang Sedang Hamil, SM Digiring ke Polres Kepulauan TalaudPolisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Brutal di Depan Alfamart Sagerat BitungJelang Natal, Personel Polres Kotamobagu Kerja Bakti di GerejaMelalui Program “Jumling”, Polres Kotamobagu Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Bantu Kaum DhuafaHadiri Rakor Gakkumdu Pemilu 2019, Kapolres Kotamobagu Ajak Seluruh Kontestan Jaga Persatuan dan KesatuanMayat Bayi Ditemukan di Sungai Girian Weru BitungWakapolda Sulut Silaturahmi Bersama Jamaah Masjid An Ni’mah Kombos BaratTikam Korban, Tumbe Diamankan di Polsek LangowanHadiri Pelantikan Pengurus LMI, Wakapolres Minsel: Jaga Keutuhan NKRIKapolres Minsel Bersama Kajari Cek Kesiapan Gudang Logistik KPUDMobil Tabrak Rumah di Sonder, Dua Korban Luka RinganSholat Jumat di Masjid An Nur Teling Atas, Wakapolda Sulut Ingatkan Jamaah Terus Pelihara Kerukunan dan ToleransiSeorang Bocah Tewas Tertabrak Angkutan Umum Saat Menyeberang Jalan di Tomohon BaratDeklarasi Pemilu Damai Digelar di Lolak BolmongProblem Solving, Bhabinkamtibmas Polsek Kabaruan Selesaikan Kasus PerselingkuhanKedapatan Merokok dan Miras di Kelas, 9 Pelajar SMP Dibawa ke Mapolsek Kakas

ORANG TERHORMAT

20 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

Agamawan dan Politisi sejatinya adalah profesi sangat terhormat di negeri ini. Mereka merupakan sumber inspirasi dan sumber berkat bagi bangsa ini. Sejak zaman perjuangan hingga kini,suara mereka didengar,kata-kata mereka jadi acuan kebijakan pemerintah,perilaku mereka ditiru banyak orang,sebagai kekuatan penekan lawan politik bahkan mampu menaklukan ‘politk keberagaman.’Semua ini telah tersaji sangat apik ketika berlangsung Pilkada DKI Jakarta. Menyikapi hiruk pikuk Pilkada DKI Presiden Jokowi blusukan menemui ‘Orang Terhormat’ yakni tokoh-toko agama dan tokoh-tokoh politik. Untuk apa? Berbincang-bincang masalah bangsa,mencegah disintegrasi bangsa lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Istana.” Mengapa demikian?
Pertama,Jokowi meneguhkan kembali bahwa inilah alam Indonesia yang selalu menaruh rasa hormat kepada Orang Terhormat. Predikat terhormat dari sisi pendekatan sosiologis lebih sebagai bentuk pengakuan masyarakat (sosial) akan semua citra suksesnya sepanjang proses interaksi. Idealnya,mereka adalah orang yang  sudah lulus ujian dalam proses bersejarah,punya kemampuan,punya daya tahan uji menghadapi perubahan sosial.
Kedua, bangsa ini masih menaruh ‘berjuta harapan’ agar Orang Terhormat masih tetap menjadi cermin dalam tutur kata dan tindakan. Tak heran kepada mereka dikenakan berupa kata-kata dengan muatan sangat ideal,seperti; manusia super,mampu mengotrol tutur kata dengan sangat terukur,punya tingkat kepekaan sangat tinggi,sebagai negarawan sejati,punya system filterisasi terhadap godaan sehingga tahan uji,sangat tidak pantas jadi pesakitan apalagi harus  masuk bui.
Hanya saja kadang-kadang Orang Terhormat tersebut terbuai dengan semua bentuk sanjungan dan bergelimpahan berkat yang membuatnya terlena,lupa dengan jati diri, lupa bahwa dirinya masih manusia biasa. Kesombongan diri telah menjerat Orang Terhormat sehingga melampaui batas-batas kesadaran dan batas-batas kewajaran dengan mendewakan dirinya. Padahal,sebagai manusia biasa pada titik tertentu tidak akan mampu mengalahkan semua bentuk dorongan,rangsangan,hawa nafsu atas nama sejumlah uang,serta rupa-rupa bentuk kekilafan lainnya. Tetapi apa daya,demi menegakkan hukum bahwa semua orang sama di depan hukum, sekalipun Orang Terhormat tersebut pada zamannya punya nama besar, punya pengikut banyak,punya jutaan relawan siap mati sahid.
Fakta sebagian Orang Terhormat di negeri ini ketika harus berhadapan dengan hukum mencari-cari alasan pembenaran sebagai upaya melawan hukum. Kalau perilaku Orang Terhormat seperti ini,apa yang bisa diharapkan? Jelas,negeri ini tidak butuh orang dengan perilaku seperti ini. Sebagai bangsa tidak boleh permisif terhadap siapapun,apalagi terbelenggu dengan perilaku dari orang atau sekelompok orang yang tidak mau taat aturan dalam tutur kata, dalam tindakan,serta dalam cara berpikir. Untuk itu, butuh tindakan bersama dengan tidak memberi ruang sejengkalpun bagi mereka untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat bangsa. Oleh karena itu, kita harus berani tertibkan semua bentuk perilaku aneh yang bersifat massif di tengah masyarakat,seperti; tangkap dan laporkan ke Polisi mereka yang kumpulkan proposal ketika Pilkada dengan alasan membangun rumah ibadah,tokoh-tokoh agama jangan melacurkan diri ketika musim Pilkada,berani bertanya dan berani menolak pemberian dari siapapun dan dengan alasan apapun terutama dari pejabat dan pengusaha, harus merasa terhina dan melaporkan mereka yang memberi uang atau benda kepada Polisi, menolak menggunakan medsos untuk penyebaran kebencian,melaporkan kepada Polisi mereka yang menggunakan mimbar agama untuk memusuhi orang yang tidak sepaham,dllnya.”
Di tengah hingar bingar semarak perilaku yang tidak terhormat ini kiranya mampu memacu semangat juang,semangat kebersamaan meraih cita-cita bersama. Saat ini kita lebih butuh demokrasi ekonomi yang stabil dan mapan sebagai pengejawantahan cita-cita proklamasi 45. Perilaku transaksional dalam bentuk dan motif apapun baik sebagai penerima atau pemberi harus ditindak tegas demi terbangunnya rasa keadilan. Artinya,jika saja masih ada sikap kritis yang terbudaya dalam pola pikir maka idealnya harus mengantisipa agar tidak terjebak dalam praktek gratifikasi atau bentuk cuci uang lainnya. Karena hanya dengan penegakkan keadilan dan terutama kesadaran mau menolak semua pemberian sehingga kita mampu membersihkan semua praktek transaksional dan terutama diharapkan good governance dan urusan pelayanan public yang merata menjadi lebih baik seperti Negara Cina.
Kesemrawutan tata kelolah negara berdampak multi efek dan rasanya belum hilang dari ingatan kita dimana tokoh politik muda warisan reformasi seperti Nazarudin CS, kader terbaik dari Partai Demokrat usia dalam berpolitik hanya seumuran jagung. Selama sepuluh tahun masa kekuasaan SBY, program infrastruktur telah menjerat banyak elit politik sebagai pesakitan. Sulit dibayangkan 42 anggota DPR-RI harus masuk jeruji besi karena korupsi proyek infrastruktur. Tak hanya itu saja,ternyata ‘mahar politik’ yang sangat mahal mendorong Legislator dan pejabat Eksekutif tenggelam dalam kubangan lumpur korupsi. Bahkan hingga kini menyeret nama besar tokoh pejuang reformasi sekelas Amin Rais. Menurut Jaksa KPK ada duit haram sebesar Rp 600 juta yang masuk ke rekening Amien Rais. Bukan hanya satu kali transfer, tapi sebanyak enam kali transfer, masing-masing sebesar Rp 100 juta. Kisah keterceburnya Sang Legenda Reformasi ke dalam kubangan uang haram melahirkan multi tafsir. Salah satu isu di antaranya adalah ‘Pengalihan Isu Politik.’
Benarkah isu politik serta isu-isu lain yang bergulir liar sebagai babak baru bangsa ini menjelang Pilpres 2019? Apa yang terjadi bukan soal benar atau tidak benar,akan tetapi lebih sebagai sebuah fakta bahwa bangsa kita sepertinya sudah terbiasa dengan hingar bingar politik jalanan,politik kabar burung,politik salah sangka dan politik salah tafsir. Kondisi seperti ini sebagai pembenaran bahwa kualitas perpolitikan kita belum mengedepankan Rasa Sebangsa karena lebih mengedepakan ‘Rasa Suku dan Rasa Agama.’ Oleh karena itu ada pendapat mangatakan bahwa demokrasi kita belum berlandaskan pada aspek rasionalitas, yakni dengan terlebih dahulu menelaah duduk masalah sebelum melakukan sebuah tindakan dan terlebih program kerja. Contoh: Orang rajin berdemo karena ada himbauan dari rumah ibadah. Orang mau tawuran karena membela teman padahal belum ketahui duduk masalah. Orang menyerang rumah ibadah atau kelompok lain hanya karena Hoax,dllnya.
Benar bahwa hampir setiap demo di negeri ini peran langsung Orang Terhormat rupanya tidak pernah nampak jelas. Mereka oleh kecerdikannya selalu ada di belakang layar.Namun, harus disukuri oleh karena setiap kali demo selalu berakhir dengan suka cita,tidak terjadi gesekan berarti. Hanya saja patut ditanyakan juga,apakah ini murni berkat kesadaran berdemokrasi,kesadaran berbangsa dan bernegara atau karena adanya pengamanan dari pihak keamanan super ketat? Kalau Orang Terhormat saja tidak pernah berani menampakan muka,maka sama saja mempermaikan arah dan tujuan demokrasi supaya hilang jejak. “Bagaimana menurut anda?” Disilahkan semua orang menjawab sesuai persepsi dan asumsi masing-masing. Namun,satu hal pasti bahwa Pilkada DKI dengan bintang utama Ahok sudah usai. Ahok dengan lapang dada menerima hukuman 2 tahun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menarik banding yang diajukannya ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Sikap Ahok ditanggapi beragam sebagai Negarawan dan pencitraan. Tetapi yang terpenting suasana DKI sudah mulai kondusif,sudah tidak ada lagi orang demo pro atau kontra.
Pilkada di Indonesia merupakan pesta demokrasi,murni peristiwa politik. Singkat kata Pilkada adalah murni pertarungan Orang Terhormat untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara Terhormat. Bagi sebagian masyarakat bukan politisi rasanya kurang penting untuk dipikirkan. Hanya saja yang patut disayangkan akhir-akhir ini nasib Orang Terhormat mulai diutak atik akan kualitas ke-Negarawannya dan patut disayangkan karena mulai menuai hujatan Pencitraan mengalir kian deras.

KOMENTAR