Niat Mencuri Ketahuan, AB Diamankan Tim Totosik Polres TomohonKanit P3D Polres Minahasa Hadiri Musrenbang di Langowan BaratDeklarasi Pemilu Damai 2019 di Kecamatan TamakoPersonil Polsek Kendahe Laksanakan Pengecetan Gapura Masjid At-TaqwaUnit K-9 Ditsamapta Polda Sulut Gelar Meet and Greet Bersama Komunitas Pecinta AnjingKantor Pajak Amurang Sosialisasikan Sistem Pelaporan SPT Tahunan di Polres Minsel25 Siswa SPN Polda Sulut Laksanakan Latja di Polres MinselSafari Jumat di Sapa, Kabag Ops Polres Minsel Imbau Jamaah Perkuat Soliditas Hadapi Pemilu 2019Peduli Sesama, Personil Polres Minsel Lakukan Aksi Donor DarahSatlantas Polres Minut Sosialisasikan MRSF 2019 kepada Para BikersPatroli Rutin, Polisi Pergoki Sejumlah Siswa Bolos di AirmadidiTim Paniki Rimbas 2 Polresta Manado Amanan Pelaku Pencurian Perlengkapan DivingPolres Bitung Terima 25 Siswa Magang SPN Polda SulutKapolres Minahasa Hadiri Deklarasi Pencanangan ZI Menuju WBK dan WBBM di PN TondanoTim Safari Jumat Polres Kepulauan Talaud Salurkan Infaq di Masjid Agung Jabal Rahmah MelonguaneKapolsek Sosialisasikan MRSF 2019 di SMK Negeri TareranPolres Tomohon Tingkatkan Pengamanan di KPUPolsek Aertembaga Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Curanmor ke Kejari BitungSatlantas Polresta Manado Bagi-Bagi Stiker Millenial Road Safety Festival di Tugu Zero PoinBripka Lahema Imbau Sopir Truck Pengangkut Pasir Tutup Muatan dan Tidak Ugal-ugalan25 Siswa SPN Polda Sulut Latihan Kerja di Polres MinutKasat Binmas Sosialisasikan MRSF 2019 di Unklab MinutPolres Minsel Serahkan Bantuan Sembako Bagi Warga Kurang Mampu di Desa RiteyPerempuan Lansia ini Ditemukan Tewas di Gubuk Perkebunan Lirung TalaudKPU Mitra Bersama Polres Minsel Gelar Rakor Pengawalan Surat Suara Pemilu 2019Bolos Sekolah, Belasan Pelajar di Amurang Diamankan PolisiBhabinkamtibmas Polsek Ranoyapo Bawa Lima Remaja Pelaku Kasus Penganiayaan ke GerejaDugaan Kasus Korupsi Dana Subsidi Penerbangan di Talaud Masuki Tahap 2Jalin Kemitraan, Kapolda Sulut Ngopi Bareng WartawanKapolda Sulut Cek Kesiapan Pengamanan Pemilu 2019 di Polres MinahasaPolres Bitung Tangkap DPO Kasus Curas di SPBU Manembo-nemboPuluhan Calon Polisi Jalani Latihan Kerja di Polres TomohonKapolres Minut Cek Kesiapan KPUDigagas Bhabinkamtibmas, Pos Kamling di Lowian Diresmikan Camat MaesaanPolres Minsel Kawal Eksekusi Tanah di WatulineyPolres Minsel Gelorakan MRSF 2019 Diseluruh SMP dan SMASatlantas Polres Talaud Sosialisasikan MRSF di SMA Negeri 2 NiampakUsai Pengaturan Lalulintas di Pagi Hari, ini yang Dilakukan Anggota Polsek KombiPolisi Dalami Kasus Penganiayaan di Tugu Pasar AmurangKomunitas Motor ini Dukung Millenial Road Safety Festival Tahun 2019 di SulutPolresta Manado Amankan Pelaku Penikaman di Depan Freshmart BahuPolda Sulut Maksimalkan Kesiapan Pelaksanaan MRSF Tahun 2019Mencuri di Warung Tetangga, JM Diamankan Polsek WaneaLMI Sulut Dukung Sepenuhnya Millenial Road Safety Festival di ManadoPolisi Bekuk Seorang Pelaku Pencurian di Sejumlah Swalayan di ManadoWakapolres Sosialisasi Perpres Saber Pungli di Tiga Kecamatan di MinutWakapolda Sulut Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Sukseskan MRSF 2019Tim Poliklinik Polres Sangihe Pastikan Kesehatan Anggota Pengamanan Erupsi KarangetangWadir Binmas Polda Sulut Semangati Pelajar Sukseskan MRSF 2019Ditbinmas Polda Sulut ajak Pelajar dan Mahasiswa Sukseskan MRSF 2019Polwan Cantik Juga Melakukan Pengaturan LalulintasPolres Kepulauan Talaud Sosialisasikan MRSF 2019 di SMA Negeri RainisPolres Minut ajak Tukang Ojek Sukseskan MRSF 2019Ini Hasil Akhir Seleksi SIPSS di Polda SulutKapolres Tomohon Cek Kesiapan Operasional Kendaraan DinasKapolsek Miangas Terima Kunjungan Perwakilan Philipina untuk IndonesiaLakalantas di Jalan Raya Betelen, Empat Warga Mitra Luka-LukaProgram Polisida, Kapolsek Jadi Pembina Upacara di SMP N 1 AmurangKabag Ops Polres Minsel Pimpin Ratusan Personel Latihan Dalmas SispamkotaTim SAR Samapta Polda Sulut Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan 14 Februari Teling AtasSatlantas Polres Sangihe Kampanyekan MRSF 2019 Lewat Radio RRI Pro 1 TahunaApel Pagi di Polda Sulut, ini yang TerjadiSMK Kristen 2 Tomohon Apresiasi dan Dukung MRSF 2019Buat Onar di Lokasi Wisata Watutewel, Lima Remaja Mabuk Diamankan Tim Totosik Polres TomohonPeduli Keselamatan Berlalulintas, Polres Kepulauan Sangihe ajak Pelajar SMA Negeri 2 Tahuna Sukseskan MRSF 2019Koramil 1301-05/Tahuna Dukung MRSF di SangihePolres Minahasa ajak Ormas Manis Sukseskan MRSF 2019Pamit akan Melayat, Pria Lansia Wawalintoan ini Ditemukan Tewas di Sungai TondanoGelar K2YD, Polres Minahasa Jaring Puluhan Pelanggar LalulintasSatuan PJR Polda Sulut Matangkan Latihan Safety Riding Dukung Acara MRSF 2019Bawa Sajam, Lelaki Bertato ini Diamankan Tim Tarsius Polsek AertembagaKapolres Sosialisasikan Millenial Road Safety Festival pada Car Free Day di Kota BitungDua Warga Taduna Pelaku Pengeroyokan Diamankan di Polsek KabaruanKapolda Sulut Basuh Wajahnya di Tanjung Jokowi, Pulau MiangasKapolres Minsel Hadiri Peresmian Paroki Gereja Katolik di Desa KroitPrima Minstra, Polsek Amurang Hadapkan 5 Pelaku Kasus Pencurian di GerejaPelaku Keributan di Rumah Kos Kelurahan Lewet Diamankan PolisiKapolda Sulut Enjoy Naik Pickup di Pulau MiangasKapolda Sulut Irjen Pol Sigid Sambangi Pulau MiangasPatroli Polsek Melonguane Imbau Anak Muda Jauhi MirasKapolres Minahasa Jalin Kemitraan melalui FutsalOknum Sat Pol PP Pelaku KDRT Diamankan di Mapolres MinahasaPolres Minahasa Utara Terus Matangkan Millenial Road Safety FestivalCuaca Ekstrim, Kapolsek Kendahe Ingatkan Nelayan Berhati-hatiPemkab Sitaro dan Instansi Terkait Gelar Rapat Evaluasi Tim Pos Komando Tanggap DaruratUnit SAR Samapta Polda Sulut Evakuasi Pohon Tumbang di WinangunWakapolda Hadiri Mauliddarrasul dan Istighatsah di Kota BitungHari Pers Nasional, Kapolda Sulut Sambangi Graha Pena Manado PostKapolda Sulut Gugah Warga Jangan Buang Sampah SembaranganKapolda Tinjau Polsek Kepulauan BunakenWakapolda Sulut Ingatkan Anak Muda Jaga SilaturahmiPeringatan Keras Polisi di Sekitar Gunung KarangetangWakapolres Tomohon Pantau Latihan Peleton DalmasJumling di Masjid Al Munawarah Tawaang, Kabagops Polres Minsel Sampaikan Pesan KamtibmasPolsek Amurang Amankan Lima Remaja Pencuri Jaring Ikan di TPI MobongoPolsek Modoinding Bekuk Dua Pelaku Penganiayaan di MokobangDokkes Polda Sulut dan RS Bhayangkara Lepas Purna Tugas AKBP (Purn) TomixPolwan Polresta Bagi-Bagi Stiker Millenial Road Safety Festival di Mega Mas ManadoSosialisasi Millenial Road Safety Festival, Satlantas Polres Bitung Gandeng Komunitas Kawula MudaGema Millenial Road Safety Festival Hadir di SMA Katolik Karitas Tomohon

ORANG TERHORMAT

20 Jun 2017 - 09:06
(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

(Oleh: DR. Dra. Benedicta J. Mokalu, MSi / Sosiolog Unsrat)

Agamawan dan Politisi sejatinya adalah profesi sangat terhormat di negeri ini. Mereka merupakan sumber inspirasi dan sumber berkat bagi bangsa ini. Sejak zaman perjuangan hingga kini,suara mereka didengar,kata-kata mereka jadi acuan kebijakan pemerintah,perilaku mereka ditiru banyak orang,sebagai kekuatan penekan lawan politik bahkan mampu menaklukan ‘politk keberagaman.’Semua ini telah tersaji sangat apik ketika berlangsung Pilkada DKI Jakarta. Menyikapi hiruk pikuk Pilkada DKI Presiden Jokowi blusukan menemui ‘Orang Terhormat’ yakni tokoh-toko agama dan tokoh-tokoh politik. Untuk apa? Berbincang-bincang masalah bangsa,mencegah disintegrasi bangsa lalu dilanjutkan dengan makan bersama di Istana.” Mengapa demikian?
Pertama,Jokowi meneguhkan kembali bahwa inilah alam Indonesia yang selalu menaruh rasa hormat kepada Orang Terhormat. Predikat terhormat dari sisi pendekatan sosiologis lebih sebagai bentuk pengakuan masyarakat (sosial) akan semua citra suksesnya sepanjang proses interaksi. Idealnya,mereka adalah orang yang  sudah lulus ujian dalam proses bersejarah,punya kemampuan,punya daya tahan uji menghadapi perubahan sosial.
Kedua, bangsa ini masih menaruh ‘berjuta harapan’ agar Orang Terhormat masih tetap menjadi cermin dalam tutur kata dan tindakan. Tak heran kepada mereka dikenakan berupa kata-kata dengan muatan sangat ideal,seperti; manusia super,mampu mengotrol tutur kata dengan sangat terukur,punya tingkat kepekaan sangat tinggi,sebagai negarawan sejati,punya system filterisasi terhadap godaan sehingga tahan uji,sangat tidak pantas jadi pesakitan apalagi harus  masuk bui.
Hanya saja kadang-kadang Orang Terhormat tersebut terbuai dengan semua bentuk sanjungan dan bergelimpahan berkat yang membuatnya terlena,lupa dengan jati diri, lupa bahwa dirinya masih manusia biasa. Kesombongan diri telah menjerat Orang Terhormat sehingga melampaui batas-batas kesadaran dan batas-batas kewajaran dengan mendewakan dirinya. Padahal,sebagai manusia biasa pada titik tertentu tidak akan mampu mengalahkan semua bentuk dorongan,rangsangan,hawa nafsu atas nama sejumlah uang,serta rupa-rupa bentuk kekilafan lainnya. Tetapi apa daya,demi menegakkan hukum bahwa semua orang sama di depan hukum, sekalipun Orang Terhormat tersebut pada zamannya punya nama besar, punya pengikut banyak,punya jutaan relawan siap mati sahid.
Fakta sebagian Orang Terhormat di negeri ini ketika harus berhadapan dengan hukum mencari-cari alasan pembenaran sebagai upaya melawan hukum. Kalau perilaku Orang Terhormat seperti ini,apa yang bisa diharapkan? Jelas,negeri ini tidak butuh orang dengan perilaku seperti ini. Sebagai bangsa tidak boleh permisif terhadap siapapun,apalagi terbelenggu dengan perilaku dari orang atau sekelompok orang yang tidak mau taat aturan dalam tutur kata, dalam tindakan,serta dalam cara berpikir. Untuk itu, butuh tindakan bersama dengan tidak memberi ruang sejengkalpun bagi mereka untuk menanamkan pengaruhnya di tengah masyarakat bangsa. Oleh karena itu, kita harus berani tertibkan semua bentuk perilaku aneh yang bersifat massif di tengah masyarakat,seperti; tangkap dan laporkan ke Polisi mereka yang kumpulkan proposal ketika Pilkada dengan alasan membangun rumah ibadah,tokoh-tokoh agama jangan melacurkan diri ketika musim Pilkada,berani bertanya dan berani menolak pemberian dari siapapun dan dengan alasan apapun terutama dari pejabat dan pengusaha, harus merasa terhina dan melaporkan mereka yang memberi uang atau benda kepada Polisi, menolak menggunakan medsos untuk penyebaran kebencian,melaporkan kepada Polisi mereka yang menggunakan mimbar agama untuk memusuhi orang yang tidak sepaham,dllnya.”
Di tengah hingar bingar semarak perilaku yang tidak terhormat ini kiranya mampu memacu semangat juang,semangat kebersamaan meraih cita-cita bersama. Saat ini kita lebih butuh demokrasi ekonomi yang stabil dan mapan sebagai pengejawantahan cita-cita proklamasi 45. Perilaku transaksional dalam bentuk dan motif apapun baik sebagai penerima atau pemberi harus ditindak tegas demi terbangunnya rasa keadilan. Artinya,jika saja masih ada sikap kritis yang terbudaya dalam pola pikir maka idealnya harus mengantisipa agar tidak terjebak dalam praktek gratifikasi atau bentuk cuci uang lainnya. Karena hanya dengan penegakkan keadilan dan terutama kesadaran mau menolak semua pemberian sehingga kita mampu membersihkan semua praktek transaksional dan terutama diharapkan good governance dan urusan pelayanan public yang merata menjadi lebih baik seperti Negara Cina.
Kesemrawutan tata kelolah negara berdampak multi efek dan rasanya belum hilang dari ingatan kita dimana tokoh politik muda warisan reformasi seperti Nazarudin CS, kader terbaik dari Partai Demokrat usia dalam berpolitik hanya seumuran jagung. Selama sepuluh tahun masa kekuasaan SBY, program infrastruktur telah menjerat banyak elit politik sebagai pesakitan. Sulit dibayangkan 42 anggota DPR-RI harus masuk jeruji besi karena korupsi proyek infrastruktur. Tak hanya itu saja,ternyata ‘mahar politik’ yang sangat mahal mendorong Legislator dan pejabat Eksekutif tenggelam dalam kubangan lumpur korupsi. Bahkan hingga kini menyeret nama besar tokoh pejuang reformasi sekelas Amin Rais. Menurut Jaksa KPK ada duit haram sebesar Rp 600 juta yang masuk ke rekening Amien Rais. Bukan hanya satu kali transfer, tapi sebanyak enam kali transfer, masing-masing sebesar Rp 100 juta. Kisah keterceburnya Sang Legenda Reformasi ke dalam kubangan uang haram melahirkan multi tafsir. Salah satu isu di antaranya adalah ‘Pengalihan Isu Politik.’
Benarkah isu politik serta isu-isu lain yang bergulir liar sebagai babak baru bangsa ini menjelang Pilpres 2019? Apa yang terjadi bukan soal benar atau tidak benar,akan tetapi lebih sebagai sebuah fakta bahwa bangsa kita sepertinya sudah terbiasa dengan hingar bingar politik jalanan,politik kabar burung,politik salah sangka dan politik salah tafsir. Kondisi seperti ini sebagai pembenaran bahwa kualitas perpolitikan kita belum mengedepankan Rasa Sebangsa karena lebih mengedepakan ‘Rasa Suku dan Rasa Agama.’ Oleh karena itu ada pendapat mangatakan bahwa demokrasi kita belum berlandaskan pada aspek rasionalitas, yakni dengan terlebih dahulu menelaah duduk masalah sebelum melakukan sebuah tindakan dan terlebih program kerja. Contoh: Orang rajin berdemo karena ada himbauan dari rumah ibadah. Orang mau tawuran karena membela teman padahal belum ketahui duduk masalah. Orang menyerang rumah ibadah atau kelompok lain hanya karena Hoax,dllnya.
Benar bahwa hampir setiap demo di negeri ini peran langsung Orang Terhormat rupanya tidak pernah nampak jelas. Mereka oleh kecerdikannya selalu ada di belakang layar.Namun, harus disukuri oleh karena setiap kali demo selalu berakhir dengan suka cita,tidak terjadi gesekan berarti. Hanya saja patut ditanyakan juga,apakah ini murni berkat kesadaran berdemokrasi,kesadaran berbangsa dan bernegara atau karena adanya pengamanan dari pihak keamanan super ketat? Kalau Orang Terhormat saja tidak pernah berani menampakan muka,maka sama saja mempermaikan arah dan tujuan demokrasi supaya hilang jejak. “Bagaimana menurut anda?” Disilahkan semua orang menjawab sesuai persepsi dan asumsi masing-masing. Namun,satu hal pasti bahwa Pilkada DKI dengan bintang utama Ahok sudah usai. Ahok dengan lapang dada menerima hukuman 2 tahun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan menarik banding yang diajukannya ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Sikap Ahok ditanggapi beragam sebagai Negarawan dan pencitraan. Tetapi yang terpenting suasana DKI sudah mulai kondusif,sudah tidak ada lagi orang demo pro atau kontra.
Pilkada di Indonesia merupakan pesta demokrasi,murni peristiwa politik. Singkat kata Pilkada adalah murni pertarungan Orang Terhormat untuk meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara Terhormat. Bagi sebagian masyarakat bukan politisi rasanya kurang penting untuk dipikirkan. Hanya saja yang patut disayangkan akhir-akhir ini nasib Orang Terhormat mulai diutak atik akan kualitas ke-Negarawannya dan patut disayangkan karena mulai menuai hujatan Pencitraan mengalir kian deras.

KOMENTAR